Sah! Influencer Saham Belvin Tannadi Tambah Kepemilikan di LCK Global Kedaton (LCKM)
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menerbitkan dokumen Pelaporan Total Kepemilikan Investor di Atas 5% di seluruh Sub Rekening Efek (SRE) dalam Single Investor Identification (SID) per 22 Mei 2026. Laporan tersebut mengungkap bahwa influencer saham Belvin Tannadi menambah kepemilikan saham di PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM).
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/5/2026), Belvin Tannadi tercatat menambah kepemilikan sebanyak 104.666.900 saham atau setara 10,47% di LCKM yang tercatat di KSEI per 22 Mei 2026.
Belvin Tannadi diketahui memiliki rekening efek di NH Korindo Sekuritas (XA), Korea Investment and Sekuritas Indonesia (BQ), Mirae Asset Sekuritas (YP), dan Stockbit Sekuritas (XL). Adapun LCKM merupakan emiten papan pengembangan yang bergerak di sektor infrastruktur, khususnya jasa telekomunikasi nirkabel.
Laporan KSEI tersebut juga mengungkap bahwa Belvin Tannadi menjadi pemegang saham di PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA). Per 22 Mei 2026, Belvin masih mempertahankan kepemilikan sebanyak 76.384.700 saham atau setara 11,54%, sama seperti posisi pada 21 Mei 2026.
Sebagai investor BAPA, Belvin tercatat menggunakan rekening efek di Stockbit Sekuritas (XL), Mirae Asset Sekuritas (YP), dan NH Korindo Sekuritas (XA). Sementara itu, BAPA merupakan emiten papan pengembangan yang bergerak di sektor properti dan real estat.
Meski demikian, Sekretaris Perusahaan PT Bekasi Asri Pemula Tbk, Warinton Simanjuntak, merespons permintaan penjelasan lanjutan dari BEI terkait transaksi saham perseroan. Dalam keterbukaan informasi, manajemen BAPA turut melampirkan penjelasan dari pihak Belvin Tannadi terkait transaksi pembelian saham perseroan.
Dalam surat keterangan kepada BEI, manajemen BAPA menyampaikan bahwa Belvin Tannadi menguasai saham BAPA sebanyak 48.554.600 saham atau setara 7,337% untuk tujuan investasi. Transaksi tersebut dilakukan di pasar reguler. Selain itu, interaksi antar investor disebut tidak terjadi secara langsung atau face-to-face, melainkan melalui sistem elektronik yang terintegrasi di bursa.
“Saya tidak pernah memiliki rekening efek nominee, semua transaksi jelas atas nama BELVIN TANNADI,” jelas Belvin dalam keterbukaan informasi BEI pada hari ini.
Dalam transaksi saham tersebut, Belvin disebut menggunakan modal yang berasal dari keuntungan investasi sebelumnya.
Selain di LCKM dan BAPA, Belvin Tannadi juga tercatat sebagai pemegang saham di atas 1% pada emiten lain. Berdasarkan laporan KSEI per 8 Mei 2026 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI, Belvin tercatat sebagai investor PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) per 30 April 2026. Ia memiliki saham tanpa warkat (scripless) sebanyak 31.164.000 saham atau setara 1,17%.
RBMS sendiri merupakan emiten sektor properti dan real estat yang masuk dalam papan pemantauan khusus BEI. Sebelumnya, BEI memasukkan RBMS ke papan full call auction (FCA) sejak 31 Mei 2023, sebagaimana tercantum dalam laman efek pada pemantauan khusus BEI.
Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa RBMS masuk papan FCA karena harga rata-rata saham di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction berada di bawah Rp51. Selain itu, saham RBMS juga dinilai memiliki likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai transaksi kurang dari Rp5 juta dan volume perdagangan di bawah 10.000 saham selama tiga bulan terakhir.
Pada penutupan perdagangan Senin, saham LCKM anjlok 14,89% ke level Rp120 dari sebelumnya Rp141, melansir aplikasi IDX Mobile pada pukul 16.36 WIB. Sementara saham BAPA ditutup stagnan di level Rp238 karena masih berada dalam status suspensi sejak 29 April 2026. Adapun saham RBMS ditutup naik 7,14% ke level Rp75 dari sebelumnya Rp70. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.