Samudera Indonesia (SMDR) Buka Rute Baru, Melayani Ekspor dan Impor di Kuala Tanjung, Singapura dan Malaysia

Samudera Indonesia (SMDR) Buka Rute Baru, Melayani Ekspor dan Impor di Kuala Tanjung, Singapura dan Malaysia
Kapal yang dikelola PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). (Foto : Samudera Indonesia).

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pada 25 Mei 2026 mengambil langkah strategis dengan membuka rute baru melalui pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menuju Singapura dan Penang, Malaysia. Dengan jadwal mingguan, rute ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengiriman ekspor dan impor dengan akses langsung melalui Kuala Tanjung. Dengan ekspansi ini, Samudera menegaskan komitmennya untuk menghubungkan logistik nasional dengan pasar global.

Pada kesempatan sebelumnya, Bani Mulia, CEO Samudera Indonesia, menyampaikan banyak perusahaan keluarga, ada satu fase yang sering dibicarakan dengan nada setengah khawatir: generasi ketiga. Maklum, ada adagium berbunyi penuh kewaspadaan: Generasi pertama membangun, generasi kedua membesarkan, dan generasi ketiga — dalam banyak kasus — menjadi titik di mana arah mulai goyah, bahkan menghancurkan.

Jangan mentang-mentang

Bani Mulia memahami betul adagium itu. Karenanya, sewaktu lelaki kelahiran 1980 ini mengambil alih posisi puncak sebagai Direktur Utama PT Samudera Indonesia pada 2020, ia sadar tantangan yang dihadapi bukan hanya dinamika industri logistik global yang semakin tidak pasti, tetapi juga ekspektasi yang melekat pada perannya sebagai generasi penerus.

Ia tidak hanya diminta untuk menjaga apa yang sudah dibangun, tetapi juga memastikan perusahaan tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung cepat. “Ya, kalau fair jawabnya, (tantang mungkin seumur hidup berat.” Begitu ucapnya dalam podcast Dari Redaksi SWA seperti dikutip pada Senin (25/5/2026).

Berlayar di laut, bukan kolam

Sementara itu, pelajaran lain yang ia wariskan dari kakeknya justru menantang logika umum tentang kepemimpinan. “Jangan kepingin jadi dirut. Jangan kepingin jadi CEO. Kenapa? Karena gak penting.”

Begitu Bani menirukan petuah Soedarpo. Maksudnya, jabatan bukan tujuan, melainkan peran. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami sistem dan mengambil keputusan yang tepat.

Di titik ini, Bani belajar bahwa kepemimpinan tidak lagi dilihat sebagai posisi, tetapi sebagai fungsi. Ia tidak hanya berbicara seputar bagaimana memimpin, tetapi tentang bagaimana keputusan dibuat, dan bagaimana konsekuensinya dikelola. Perspektif ini membuatnya tidak terjebak dalam ambisi jabatan, melainkan lebih fokus pada kualitas keputusan.

Hal ini penting karena di tengah industri maritim dan logistik yang sangat dipengaruhi faktor global — perdagangan, geopolitik, hingga rantai pasok — kemampuan Samudera Indonesia dalam beradaptasi menjadi kunci. Sebagai orang nomor satu, bagi Bani, fleksibilitas bukan sekadar strategi, tetapi cara berpikir. Dunia berubah terlalu cepat untuk dihadapi dengan pendekatan yang kaku.

Ia sendiri meyakini bahwa tantangan besar harus dilaluinya. Karena ia menyetujui pendapat tentang seorang nakhoda yang hebat. “Saya setuju bahwa seorang nakoda yang hebat itu bukan yang berlayar di laut yang tenang. Yang tenang itu kolam, bukan laut," ujarnya sambil tertawa.

Metafora ini menggambarkan bagaimana ia melihat tantangan. Laut adalah realitas yang penuh ketidakpastian, sementara kolam adalah ilusi stabilitas yang tidak menguji apa pun.

Dalam konteks ini, kesulitan bukan sesuatu yang dihindari, tetapi sesuatu yang membentuk kemampuan. Dan sebagai pemimpin, Bani tahu ia tidak hanya harus membuat keputusan yang tepat, tetapi juga memastikan bahwa perusahaan tidak kehilangan arah di tengah gelombang perubahan yang terus terjadi. Adapun, harga saham SMDR pada penutupan perdagangan hari ini stagnan di Rp306. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag