Bank of America Bidik Dampak Ekonomi Global lewat Kemitraan Piala Dunia FIFA 2026

Mira Arifin, Indonesia Country Executive, Bank of America. (Foto: Bank of America)
Mira Arifin, Indonesia Country Executive, Bank of America. (Foto: Bank of America)

Kemitraan antara Bank of America dan FIFA dalam ajang FIFA World Cup 2026 menandai langkah baru bagi industri perbankan global dalam memanfaatkan olahraga sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Sebagai sponsor perbankan global pertama FIFA, Bank of America melihat ajang kompetisi sepak bola dunia ini sebagai ruang pertemuan ekonomi, budaya, dan konektivitas lintas negara.

Mira Arifin, Indonesia Country Executive, Bank of America dalam wawancara eksklusif dengan SWA.co.id mengatakan kemitraan tersebut lahir dari kesamaan karakter antara FIFA dan Bank of America yang sama-sama memiliki jangkauan global. Bank of America sendiri saat ini beroperasi di lebih dari 35 negara dan aktif memfasilitasi perdagangan internasional serta arus modal lintas batas.

“Sepak bola menghubungkan miliaran penggemar dari berbagai budaya dan negara. Kami bangga menjadi bagian dari salah satu momen ekonomi dan budaya terbesar di dunia, membawa merek dan nilai-nilai kami kepada khalayak global dengan cara yang otentik dan relevan,” ujar Mira.

Bagi Bank of America, keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari eksposur merek. Perusahaan juga ingin memperkuat hubungan dengan klien di berbagai negara sekaligus menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Salah satu fokusnya adalah mendukung aktivitas ekonomi lokal, memperluas inklusi keuangan, dan menghadirkan program pengembangan komunitas yang berkaitan dengan sepak bola dan edukasi finansial.

Mira menjelaskan bahwa turnamen sebesar Piala Dunia memiliki efek ekonomi yang jauh melampaui pertandingan di lapangan. Event ini mendorong pergerakan wisatawan internasional, perdagangan lintas negara, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan aktivitas bisnis di berbagai sektor. FIFA sendiri memperkirakan turnamen tersebut dapat memberikan kontribusi hingga US$41 miliar terhadap produk domestik bruto global dan menciptakan aktivitas ekonomi hampir US$80 miliar di berbagai sektor.

Di tengah skala ekonomi yang besar itu, sektor jasa keuangan menjadi salah satu elemen penting yang menopang kelancaran aktivitas selama turnamen berlangsung. Bank of America menilai kebutuhan akan transaksi lintas negara yang aman dan cepat akan meningkat signifikan seiring mobilitas jutaan pengunjung, pelaku usaha, hingga korporasi global selama kompetisi berlangsung.

Melalui jaringan global dan kapabilitas teknologinya, perusahaan melihat peluang untuk memperkuat dukungan terhadap transaksi lintas batas sekaligus memperluas penggunaan solusi pembayaran digital. Momentum Piala Dunia juga dipandang dapat mempercepat adopsi teknologi keuangan seperti pembayaran real-time, open banking, hingga solusi merchant berbasis API.

Bagi negara seperti Indonesia, perkembangan tersebut dinilai berpotensi memperkuat infrastruktur finansial digital dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Fenomena ini sejalan dengan tren meningkatnya penggunaan pembayaran digital dan ekosistem cashless di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir.

Selain aspek bisnis dan teknologi, Bank of America juga menempatkan pengembangan komunitas sebagai bagian penting dari kemitraan dengan FIFA. Menjelang Piala Dunia 2026, perusahaan berencana menjalankan berbagai program untuk komunitas yang kurang terlayani, termasuk program kepemudaan dan edukasi finansial. Menurut Mira, turnamen ini bukan hanya momen komersial, tetapi juga kesempatan untuk membantu masyarakat memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya ekonomi dan pengetahuan finansial.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investasi dalam sponsorship olahraga tetap dianggap relevan oleh Bank of America. Mira menilai olahraga memiliki kemampuan menciptakan koneksi emosional lintas generasi dan wilayah geografis. Dalam situasi ekonomi dunia yang penuh tantangan, momen yang mampu menyatukan masyarakat secara luas justru menjadi semakin bernilai.

Indonesia sendiri dipandang memiliki posisi menarik dalam ekosistem ekonomi olahraga global karena basis penggemar sepak bolanya yang besar. “Meski bukan tuan rumah maupun peserta utama Piala Dunia 2026, Indonesia dinilai tetap bisa menikmati dampak ekonomi dari meningkatnya aktivitas konsumsi dan perdagangan yang berkaitan dengan turnamen tersebut,” jelas Mira.

Mira melihat peluang itu dapat dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari ritel, apparel, hingga makanan dan minuman. Aktivitas seperti penjualan merchandise, acara nonton bareng di restoran hingga kampanye pemasaran bertema sepak bola berpotensi mendorong perputaran ekonomi domestik.

Menurutnya, kekuatan terbesar Indonesia terletak pada besarnya antusiasme publik terhadap sepak bola. Tantangannya adalah bagaimana energi tersebut dapat dihubungkan dengan platform global untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag