Benteng Api Technic (BATR) Diversifikasi Usaha di Bidang Pengolahan Limbah dan Induk Usaha

Benteng Api Technic (BATR) Diversifikasi Usaha di Bidang Pengolahan Limbah dan Induk Usaha
Ilustrasi kantor PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) di Surabaya, Jawa Timur. Foto oleh PT Benteng Api Technic Tbk

PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) berencana menambah kegiatan usaha baru, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan. Penambahan kegiatan usaha ini diproyeksikan memberikan nilai tambah signifikan.

Melansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (30/5/2026), terdapat 7 kegiatan usaha baru berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Berikut detailnya.

  • KBLI 38221: Pengolahan dan Pembuangan Limbah atau Sampah Berbahaya Selain Limbah Radioaktif
  • KBLI 78200: Aktivitas Penyediaan Tenaga Kerja Sementara dan Penyediaan Sumber Daya Manusia Lainnya
  • KBLI 43211: Pemasangan Jaringan Listrik
  • KBLI 28151: Industri Oven, Perapian dan Tungku Pembakar Sejenis yang Tidak Menggunakan Arus Listrik
  • KBLI 41013: Konstruksi Konvensional Gedung Industri
  • KBLI 42992: Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan
  • KBLI 64210: Aktivitas Perusahaan Induk

Adapun, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Guntur, Eki, Andri, dan Rekan memandang, penambahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh BATR secara aspek pasar adalah layak. Hal ini disebabkan, kondisi industri, pangsa pasar, serta potensi pasar atas kegiatan usaha tersebut masih memiliki prospek dan berkelanjutan.

“Secara keseluruhan, aspek pasar Perseroan menunjukkan keselarasan antara tren industri, kebutuhan pasar, dan kompetensi inti Perseroan,” jelas KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan dalam prospektus yang terbit di keterbukaan informasi BEI di Sabtu kemarin.

Untuk usaha pengolahan limbah, BATR merencanakan kapasitas pemanfaatan limbah refraktori bekas hingga 1.000 ton per tahun, didukung oleh fasilitas penyimpanan dan pengolahan.

Untuk usaha manufaktur oven dan tungku industri, kapasitas produksi disesuaikan dengan kebutuhan proyek dengan estimasi potensi omset sekitar Rp15 miliar per tahun. Sedangkan pada sektor konstruksi dan instalasi, perseroan menargetkan sejumlah proyek dengan nilai kontrak terukur setiap tahun.

Adapun, investasi hanya dilakukan untuk penambahan kegiatan usaha industri oven, perapian, dan tungku pembakar sejenis yang tidak menggunakan arus listrik. Nilai investasi yang dialokasikan sebesar Rp231,43 juta yang bersumber dari kas internal.

Sementara untuk usaha penyediaan tenaga kerja, BATR memiliki tenaga ahli yang memiliki sertifikasi teknis di bidang keselamatan kerja (K3), pengoperasian alat, hingga pengelolaan proyek industri.

Untuk usaha holding atau induk, BATR memiliki kesiapan untuk menjalankan peran pengelolaan dan pengendalian entitas anak, baik dari sisi fungsi manajerial, pengawasan kinerja, maupun koordinasi operasional antar entitas.

“Keberadaan fungsi holding tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat keberlanjutan dan arah pengembangan usaha perseroan secara keseluruhan,” terang KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan.

Padaperdagangan di 29 Mei 2026 saham BATR ditutup ke Rp84 atau turun 1,18% dari perdagangan sebelumnya Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp254 miliar, volume transaksi sebanyak 316.100 saham, nilai transaksi Rp26,69 juta, dan frekuensi transaksi sebanyak 122 kali. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag