MR.D.I.Y. Indonesia Tunjukkan Ketahanan Bisnis di Tengah Tekanan Global
Industri ritel masih bergerak di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan. Meski daya beli masyarakat menunjukkan perbaikan yang tercermin dari kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada April 2026 menjadi 123 poin dari 122,9 pada bulan sebelumnya, peritel tetap menghadapi tekanan rantai pasok dan kenaikan harga bahan baku akibat perang tarif, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta potensi perlambatan ekonomi global.
Kinerja positif
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah peritel masih mampu mencatatkan kinerja positif. Salah satunya PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) yang membukukan pendapatan Rp2,4 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tantangannya kini adalah menjaga laju pertumbuhan tersebut agar tetap berlanjut hingga akhir tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi pasar.
Direktur Keuangan MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengaku optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026. Menurut Rika, perusahaan berkode emiten MDIY tersebut berada dalam posisi yang kuat untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.
“Secara keseluruhan, kami optimistis bahwa kinerja top line maupun bottom line Perseroan dapat terus tumbuh secara positif di 2026. Kami melihat lanskap yang tetap penuh peluang meski dinamika makro menghadirkan tantangan tersendiri,” ucap Rika.
Peritel yang hadir di Indonesia sejak 2017 itu mengaku memiliki strategi untuk menavigasi bisnis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Strategi tersebut, kata Rika, bertumpu pada komitmen memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui program “Harga Tetap Sama”.
Komitmen ini terbilang ambisius di tengah berbagai tantangan biaya operasional dan rantai pasok global, termasuk harga energi yang diproyeksikan naik 24% hingga akhir 2026, kenaikan harga bahan baku plastik hingga 80%-100%, serta volatilitas nilai tukar rupiah. Dalam situasi seperti ini, banyak peritel cenderung menaikkan harga, namun MR.D.I.Y. Indonesia memilih arah yang berbeda.
Menurut Rika, fondasi bisnis perusahaan cukup solid untuk menjalankan komitmen mempertahankan harga. Hal itu tercermin dari laba bersih perusahaan pada kuartal I-2026 yang tumbuh 35,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp306,5 miliar. Pengelolaan biaya yang disiplin juga menjaga gearing ratio di level 0,3x sebagai cerminan neraca yang sehat.
Pendekatan value retail
Kemampuan perusahaan dalam menahan tekanan juga tercermin dari jaringan lebih dari 1.300 toko di seluruh Indonesia yang menciptakan efisiensi rantai pasok dan tidak mudah direplikasi. Leverage negosiasi dengan pemasok dalam volume besar, jaringan distribusi yang efisien, serta model bisnis berbasis volume memungkinkan perusahaan menyerap tekanan biaya secara struktural.
“Kemampuan MR.D.I.Y. menghadirkan 'Harga Tetap Sama' ditopang dengan ketahanan operasional yang solid, seiring kinerja positif perusahaan sepanjang Q1 2026. Pertumbuhan profitabilitas, peningkatan margin, serta fondasi keuangan kuat menegaskan kemampuan perseroan menghadirkan komitmen ‘Harga Tetap Sama’ kepada seluruh pelanggan,” tutur Rika.
Rika mengaku perusahaan akan terus mencermati dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan ke depan. Menurut dia, hal terpenting dari komitmen tersebut adalah menjaga kepercayaan konsumen dengan menunjukkan bahwa MR.D.I.Y. berdiri di sisi pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Kami tentunya akan terus mengamati dan memantau dinamika ekonomi kedepannya dengan seksama. Namun perlu kami tekankan bahwa dalam setiap pertimbangan inovasi, aspek keterjangkauan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas,” ucapnya.
Lebih jauh, Rika menyebut di tengah kompleksitas tantangan ekonomi, pendekatan value retail menjadi semakin penting. Ia meyakini peritel tidak bisa bertahan dan tumbuh hanya dengan pola pikir sebagai “penjual” barang, tetapi juga harus menjadi mitra konsumen dalam menjawab kebutuhan dengan memberikan nilai tambah yang relevan.
Faktor keterjangkauan, nilai produk, ketersediaan produk yang secara reguler dibutuhkan, serta konsistensi harga kini menjadi pertimbangan yang semakin relevan dalam keputusan pembelian sehari-hari. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.