Petrindo (CUAN) Bidik Masuk 6 Besar Produsen Batu Bara RI, Target Produksi 30 Juta Ton hingga 2031
PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) terus mempercepat ekspansi bisnisnya di sektor pertambangan dan energi. Sepanjang 2025, emiten milik Prajogo Pangestu ini membukukan pendapatan sebesar US$1,21 miliar atau tumbuh 51,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$801,72 juta. Sementara itu, EBITDA Perseroan naik 24,49% menjadi US$404,62 juta.
Seiring dengan pertumbuhan kinerja tersebut, Petrindo juga memperkuat transformasinya sebagai grup pertambangan dan energi terintegrasi melalui rencana pengambilalihan Singaraja Putra (SINI) yang dilakukan melalui afiliasi Perseroan, termasuk Petrosea (PTRO).
Pada Desember 2025, Petrindo melalui entitas anaknya PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung telah menguasai 19,99% saham SINI dan tengah mengikuti proses right issue perusahaan tersebut. Setelah seluruh transaksi selesai, Petrindo dan afiliasinya diproyeksikan akan memiliki setidaknya 29% saham SINI.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat aset grup, memperluas jaringan usaha, serta membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi. Secara teknis, total cadangan yang dimiliki perusahaan dan anak usaha diproyeksikan mencapai sekitar 378 juta ton batubara.
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, mengatakan ekspansi bersama Singaraja Putra diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi grup secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan ekspansi Petrindo bersama anak usaha dengan Singaraja Putra, kami memproyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031 nanti. Hal ini akan berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batubara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan,” ujarnya (2/6/2026).
Menurut Perseroan, nilai strategis transaksi tersebut tidak hanya terletak pada tambahan cadangan dan peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo yang menggabungkan kepemilikan sumber daya, kemampuan operasional Petrosea, serta infrastruktur logistik yang mampu menangani volume besar per tahun.
Melalui model bisnis tersebut, peningkatan produksi dinilai akan berdampak langsung terhadap utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan fasilitas logistik yang dimiliki maupun dikelola grup. Sinergi antara aset tambang dan infrastruktur logistik itu disebut menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan nilai tambah di seluruh rantai bisnis pertambangan Perseroan.
Dari sisi operasional, Petrindo dan anak usahanya juga akan mengembangkan infrastruktur jalan tambang untuk mendukung operasional all-weather road, penggunaan double trailer, hingga pengembangan armada kendaraan listrik (EV truck) guna meningkatkan efisiensi logistik dan produktivitas operasional.
Melalui pengambilalihan SINI, Perseroan menilai integrasi antara tambang, jasa pertambangan, dan infrastruktur logistik akan semakin kuat dalam satu platform usaha yang saling terhubung.
Saham CUAN hari ini (2/6/2026) terus melonjak. Dibuka di harga Rp750, saat ditulis per 11.28 WIB, sahamnya berada di Rp785 per lembar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.