Ekspor-Impor Tumbuh 20% di April 2026
Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan kuat pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia di April itu senilai US$25,30 miliar atau meningkat 21,98% apabila dibandingkan April 2025. Sedangkan, impor tumbuh 22,49% atau menjadi US$25,21 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan pertumbuhan ekspor terutama ditopang oleh peningkatan ekspor non migas.“Nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar atau naik 21,98% dibandingkan April 2025. Ekspor nonmigas pada April 2026 juga meningkat 23,36% menjadi US$24,15 miliar,” ujar Pudji pada jumpa pers hybrid di Selasa (2/6/2026).
Ekspor Indonesia selama Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor non migas tercatat sebesar US$87,74 miliar, tumbuh 6,28% secara tahunan. BPS mencatat nilai impor Indonesia pada April 2026 sebesar US$25,21 miliar, meningkat 22,49% dibandingkan April 2025.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya impor bahan baku/penolong, barang modal, dan barang konsumsi. Selama empat bulan pertama tahun ini, nilai impor Indonesia mencapai US$86,51 miliar atau naik 13,40% dibandingkan Januari–April 2025.
Adapun impor non migas mencapai US$73,58 miliar, meningkat 12,70%. Meski ekspor dan impor sama-sama tumbuh kuat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 menyusut tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada April 2026, surplus perdagangan tercatat hanya US$89,1 juta, jauh lebih rendah dibandingkan surplus Maret 2026 yang mencapai US$3,32 miliar.
Secara kumulatif Januari–April 2026, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$5,64 miliar. Surplus tersebut ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatat surplus US$14,16 miliar. Namun, surplus tersebut tergerus oleh defisit perdagangan migas yang mencapai US$8,52 miliar.
Negara tujuan ekspor Non Migas
Berdasarkan data BPS, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor non migas pada April 2026 yang senilai US$6,26 miliar. Kemudian, ekspor non migas ke Amerika Serikat sebesar US$2,88 miliar dan India sebesar US$1,64 miliar.
Impor non migas terbesar berasal dari Tiongkok senilai US$8,77 miliar, disusul Jepang sebesar US$1,25 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$1,14 miliar. Kinerja perdagangan pada April menunjukkan aktivitas ekonomi dan industri domestik yang masih cukup kuat, tercermin dari tingginya kebutuhan impor bahan baku dan barang modal. Peningkatan nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor itu membuat surplus perdagangan Indonesia semakin menipis pada awal kuartal kedua tahun ini. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.