Ade Jona Perkuat Soliditas HIPMI di Tengah Tantangan Dunia Usaha
Lebih dari sekadar organisasi, HIPMI telah menjadi rumah besar yang menyatukan para pengusaha lintas generasi. Semangat itulah yang mengemuka dalam Bincang Santai Mantan Ketua Umum HIPMI bertajuk “Persaudaraan yang Tak Pernah Usai” yang digelar oleh Ade Jona Prasetyo, Ketua HIPMI Sumatera Utara 2021–2024, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.
Pertemuan para tokoh dan mantan Ketua Umum BPP HIPMI tersebut menjadi bukti bahwa ikatan yang terbangun di HIPMI tetap hidup dan kuat, bahkan jauh setelah masa kepengurusan berakhir.
Menurut Ketua Umum BPP HIPMI periode 1986–1989, Sharif Cicip Sutarjo, salah satu kekuatan utama HIPMI adalah budaya kebersamaan yang tidak dibatasi jabatan maupun status.
“Hubungan yang terjalin secara egaliter tersebut membuat persahabatan antaranggota HIPMI mampu bertahan hingga puluhan tahun,” kata Cicip dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (2/6/2026).
Cicip menambahkan, semangat tersebut perlu terus dipelihara oleh kepemimpinan HIPMI ke depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik yang memengaruhi nilai tukar rupiah, HIPMI diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung dunia usaha, khususnya para pengusaha di daerah.
“Yang dibutuhkan pelaku usaha saat ini bukan sekadar optimisme, melainkan program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha agar mereka dapat menghitung risiko serta mengambil keputusan bisnis dengan lebih terukur,” tegasnya.
Erwin Aksa turut menekankan pentingnya menjaga budaya egaliter yang menjadi kekuatan HIPMI. Menurutnya, tantangan dunia usaha yang semakin kompleks membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul dan menghadirkan solusi.
Erwin juga mengenang saat memimpin HIPMI di tengah krisis global 2008, ketika akses pembiayaan bagi pelaku usaha semakin sulit. Bersama Ketua Kadin saat itu, MS Hidayat, HIPMI berupaya membantu pelaku usaha menghadapi dampak krisis tersebut.
Sementara itu, Raja Sapta Oktohari menilai pertemuan para mantan Ketua Umum HIPMI mencerminkan kuatnya tradisi dan soliditas organisasi lintas generasi. “HIPMI telah terbukti mampu menjaga persatuan di tengah dinamika internal, termasuk menjelang Munas HIPMI 2026,” tuturnya.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan legenda HIPMI, termasuk para mantan Ketua Umum BPP HIPMI seperti Sharif Cicip Sutarjo (1986–1989), Bambang Riyadi Soegomo (1989–1992), Adi Putra Darmawan Tahir (1992–1995), Sandiaga Salahuddin Uno (2005–2008), Erwin Aksa Mahmud (2008–2011), dan Raja Sapta Oktohari (2011–2015), serta sejumlah pengusaha lainnya.
Para senior dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi agar HIPMI tetap menjadi wadah yang elegan, inklusif, serta terus berkontribusi dalam melahirkan pengusaha baru dan mendorong kemajuan ekonomi nasional.
“Silaturahmi dengan para mantan Ketua Umum HIPMI menjadi ruang dialog antara generasi muda dan senior untuk memperkuat kaderisasi serta menjaga tradisi persaudaraan dalam organisasi,” kata Ade Jona, kandidat Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 dalam Munas yang akan digelar di Lampung pada 10 Juni mendatang.
“Melalui forum seperti ini, kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Sumatera Utara periode 2021–2024 itu. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.