TMAS Genjot Ekspansi: Tambah 10 Kapal, Targetkan Pendapatan Rp5,53 Triliun pada 2026
Direksi PT TMAS dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (Foto: Darandono/SWA)
PT TEMAS Tbk (TMAS), emiten jasa transportasi laut dan logistik berbasis armada kapal serta kontainer, membukukan kinerja yang relatif stabil sepanjang 2025 di tengah berbagai tantangan industri.
Dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Direktur Utama PT TEMAS Tbk, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 TMAS mencatat pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun, tumbuh tipis 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen domestik yang naik 2,5% menjadi Rp4,13 triliun dari Rp4,03 triliun pada 2024. Namun, dari sisi profitabilitas, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp553 miliar, turun 23,3% dibandingkan Rp722 miliar pada 2024.
“Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya laba pelepasan aset tetap yang signifikan pada tahun 2024 yang tidak berulang di 2025, serta tekanan volatilitas harga bahan bakar bunker yang menekan marjin kotor menjadi Rp797 miliar dari Rp900 miliar di tahun sebelumnya,” kata Ricky.
Menghadapi 2026, TMAS melanjutkan strategi ekspansi dan modernisasi armada. Ricky mengatakan, pada 2025 perseroan menambah netto tujuh kapal baru yang mendorong kenaikan kapasitas angkut sebesar 17%. Total armada kini mencapai 57 kapal dengan kapasitas 28.542 TEUs, sementara rata-rata usia armada turun menjadi 13 tahun.
Untuk mendukung pertumbuhan, TMAS mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada 2026. Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng, menjelaskan dana tersebut akan difokuskan untuk pembelian kapal baru, peremajaan armada, pengembangan fasilitas pelabuhan, serta pengadaan peralatan operasional.
“Bila hingga akhir tahun 2025 TMAS memiliki total armada sekitar 57 kapal dengan kapasitas 28.542 TEUs, tahun ini perseroan akan menambah 10 kapal dengan penambahan kapasitas sekitar 5.000 TEUs,” kata Ganny menjawab pertanyaan SWA.co.id.
Ricky menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun pada 2026, naik lebih dari 27% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp4,34 triliun.
“Target itu akan ditopang penambahan kapasitas, pembukaan rute baru, peningkatan load factor, serta efisiensi operasional,” tuturnya.
Selain itu, TMAS juga menyiapkan operasional pabrik LNG pada semester II/2026, memperluas layanan logistik terintegrasi, serta melanjutkan proyek perluasan dermaga Tanjung Priok bersama PT Pelindo Terminal Petikemas.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp228 miliar atau setara Rp4 per saham. Nilai tersebut merepresentasikan sekitar 40% dari laba bersih perseroan pada Tahun Buku 2025.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, TMAS memilih tetap waspada. Meski tidak berdampak langsung terhadap operasional perseroan, dinamika geopolitik internasional dinilai berpotensi memengaruhi volatilitas harga bahan bakar serta kelancaran rantai pasok global.
Karena itu, TMAS terus memantau perkembangan situasi guna menjaga ketahanan operasional dan memastikan target pertumbuhan tetap berada di jalurnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.