IHSG Anjlok 4,94%, Analis Soroti Efek FTSE Russell dan Rating Negatif Danantara Investment

IHSG Anjlok 4,94%, Analis Soroti Efek FTSE Russell dan Rating Negatif Danantara Investment
Ilustrasi tiga indeks saham, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), IDX30, dan LQ45 di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada 19 Mei 2026. Foto Nadia K. Putri/SWA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I di Rabu ini terkoreksisebesar 4,94% ke level 5.889,48 dari 6.195,43 poin , mengutip dari aplikasi IDX Mobile. Sejumlah analis menyoroti, pelemahan IHSG itu disebabkan penghapusan saham Indonesia dari indeks global dan outlook negatif Moody’s Rating terhadap PT Danantara Investment Management (Persero).

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, mencermati dampak penghapusan saham-saham Indonesia dari indeks global FTSE Russell sudah terefleksi menjelang tanggal efektif 22 Juni 2026. Namun, pelaku pasar masih menunggu kepastian pengumuman penyesuaian indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Selama ketidakpastian tersebut masih berlangsung, arus modal asing cenderung bergerak lebih konservatif,” jelas Elandry kepada SWA.co.id pada Rabu siang ini. Dia mengamati Moody’s Rating memberikan proyeksi atau outlook negatif terhadap Danantara Investment Management. Penilaian tersebut diberikan, mengikuti outlook sovereign Indonesia. Hal ini dianggap menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap persepsi risiko berinvestasi di Indonesia.

Hal senada disampaikan Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk atau Reliance Sekuritas (RELI), Reza Priyambada. Dia mengatakan pelaku pasar merespons negatif terhadap outlook Moody’s Rating tersebut. “Pelaku pasar pun tampaknya juga cenderung hit and run bagi yang masih mau trading jangka pendek sebagai langkah antisipasi jika pasar turun lebih dalam lagi,” ungkap Reza.

IDX Mobile mencatat pada rehat perdagangan siang ini sebanyak 752 saham yang harganya turun dan 38 saham yang harganya naik. Selebihnya terdapat 169 saham bergerak stagnan.

Sebelumnya, periset di PT Phintraco Sekuritas dan PT MNC Sekuritas menyampaikan pelemahan IHSG akan menunjukkan tren penurunan atau down trend. Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis mengungkapkan level IHSG berada di level resistance di 6.200, pivot di level 6.000. Sedangkan level support di 5.900 dan 5.750.

“Jika close di bawah 6.000, waspadai pelemahan lanjutan ke support area berikutnya 5.900 dan 5.750,” jelas Alrich.

Sementara, Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat dari sisi teknikal, bahwa pergerakan IHSG masih berada di fase down trend-nya dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.

“Pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas,” jelas Herditya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag