Krom Bank Raup DPK Rp10 Triliun Secara Organik, Siap Integrasi dengan Kredivo

Ilustrasi Krom Bank
Ilustrasi Krom Bank

PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom), anak perusahaan Kredivo Group, berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun. Pertumbuhan tersebut dicapai secara organik melalui kekuatan produk dan pengalaman nasabah yang ditawarkan Krom, tanpa mengandalkan basis pengguna Kredivo sebagai sumber akuisisi utama.

Anton Hermawan, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, menyampaikan bahwa sejak meluncur pada awal 2024, Krom diperkirakan telah membantu nasabah memperoleh tambahan imbal hasil sekitar Rp500 miliar dibandingkan jika mereka menyimpan dana di bank tradisional.

Hal ini dicapai melalui penawaran suku bunga tabungan dan deposito berjangka (time deposit) yang kompetitif di pasar Indonesia, didukung pengalaman aplikasi yang mulus dan tepercaya. Kepercayaan nasabah tersebut tercermin dari peringkat 4,9 bintang di Apple App Store dan 4,8 bintang di Google Play.

Dia menambahkan, pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan diraih secara organik, bahkan sebelum perusahaan mengintegrasikan manfaat penuh dari ekosistem Kredivo.

Langkah berikutnya adalah ekspansi ke layanan pembayaran dan pinjaman, sekaligus membuka sinergi penuh dengan puluhan juta pengguna Kredivo yang dinilai akan semakin mengakselerasi pertumbuhan perusahaan.

"Ambisi kami adalah menjadi pusat layanan keuangan (financial home) bagi generasi muda Indonesia, dan momentum ini menandai keberhasilan fase pertama dari rencana strategis kami," ujarnya.

Di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif, Krom juga berhasil mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak awal beroperasi sebagai bank digital. Dalam laporan keuangan, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp70,17 miliar pada kuartal I/2026 atau naik 98,6% secara tahunan. Kenaikan laba tersebut ditopang lonjakan pendapatan bunga menjadi Rp812,88 miliar, dari Rp405,13 miliar pada kuartal I/2025.

Dari sisi permodalan, total ekuitas perusahaan mencapai Rp3,53 triliun per 31 Maret 2026, meningkat dari Rp3,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan Krom menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kesehatan bisnis, sebuah capaian yang relatif tidak umum di industri bank digital yang umumnya masih berfokus pada pembangunan skala dan akuisisi nasabah," ungkapnya.

Ke depan, Krom akan menjalankan strategi bisnis secara bertahap dan terukur. Perusahaan akan memasuki fase pertumbuhan kedua dengan menghadirkan fitur pembayaran dan layanan pinjaman, sekaligus mulai mengintegrasikan ekosistem Kredivo Group untuk membuka akses ke puluhan juta pengguna yang selama ini belum terhubung.

Dengan fondasi pertumbuhan organik dan profitabilitas yang telah terbukti, Krom optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai platform keuangan pilihan bagi generasi milenial dan Gen Z di Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag