Pacu Pertumbuhan Terintegrasi, Hartadinata Abadi Bidik Pendapatan Rp70 Triliun dan Laba Rp1,5 Triliun pada 2026

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto dalam gelaran Paparan Publik (Public Expose) yang berlangsung daring pada Rabu (3/6). (Tangkapan layer: Arie Liliyah/SWA)
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto dalam gelaran Paparan Publik (Public Expose) yang berlangsung daring pada Rabu (3/6). (Tangkapan layar: Arie Liliyah/SWA)

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Di tengah dinamika pasar dan normalisasi harga emas dunia, emiten manufaktur dan penyedia perhiasan emas ini resmi mengumumkan peta jalan strategis serta target korporasi agresif dalam Paparan Publik (Public Expose) yang berlangsung pada Rabu (3/6).

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, menegaskan Perseroan siap memacu kinerja dari hulu hingga hilir guna menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.

Manajemen HRTA menilai normalisasi harga emas global tidak akan menghambat langkah Perseroan untuk mencetak kinerja baru. Berdasarkan laporan tahunan yang telah dipublikasikan, HRTA membidik pertumbuhan signifikan sepanjang 2026.

"Target pendapatan sesuai yang sudah kita sampaikan di laporan, di annual report yang ada itu Rp70 triliun untuk tahun 2026 ini. Dengan target laba bersih di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun," ungkap Sandra.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja lini bisnis wholesale (grosir) dan retail yang diproyeksikan tumbuh seimbang dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk mendukung target tersebut, HRTA menganggarkan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp200 miliar sepanjang 2026. Pendanaan CAPEX itu sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan.

"Sumber pendanaannya dari dana sendiri," jelas Sandra.

Dana CAPEX akan dialokasikan untuk pembangunan gedung baru guna memperluas area kantor pusat Perseroan, pembelian mesin produksi modern untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk, serta mendukung penetrasi pasar dan ekspansi jaringan retail.

Saat ini, jaringan ritel Hartadinata Abadi telah mencapai 85 toko yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia. Pada paruh kedua 2026, HRTA menargetkan penambahan sekitar 10 hingga 15 toko baru untuk mendekati target jangka panjang sebanyak 100 toko.

"Targetnya kan 100 ya. 100 toko itu berarti kita menambah kira-kira 10-15 toko lah sampai akhir tahun. Investasi per toko kira-kira dengan harga emas sekarang at least (minimal) Rp5 miliar per toko," tutur Sandra.

Meski agresif berekspansi, HRTA tetap menerapkan strategi pemilihan lokasi secara selektif. Perseroan fokus membuka gerai di kota-kota besar yang memiliki basis konsumen sesuai dengan portofolio produk perusahaan. Selain itu, HRTA juga menghindari pembukaan toko yang berdekatan dengan toko perhiasan milik mitra guna menjaga ekosistem bisnis wholesale.

"Karena kita juga melayani B2B, artinya produk-produk kita juga kita sebarkan di toko-toko partner kami, di luar toko-toko kami sendiri. Jadi kami sekarang juga sedang fokus ke para partner toko emas yang ada di Indonesia sehingga kami bisa menjaga mereka dengan lebih baik," tambah Sandra.

Baca juga: HRTA Cetak Rekor, Bukukan Pendapatan Rp44,55 Triliun dan Laba Bersih Rp978,49 Miliar pada 2025

Selain ekspansi fisik, HRTA juga memfokuskan strategi 2026 pada penguatan nilai merek melalui branding seluruh portofolio produk emas dan perhiasannya di bawah payung HRTA Gold.

Di sisi lain, Perseroan saat ini tengah menjalani proses sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Sertifikasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengakuan internasional serta memperkuat likuiditas produk emas HRTA di pasar global.

Paparan publik ditutup dengan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis Perseroan ke depan.

“Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders kami,” pungkas Sandra. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag