WGSH Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang melalui Strategi Holding Investasi Berbasis Teknologi

WGSH menjadikan teknologi sebagai enabler utama untuk menciptakan pertumbuhan dan nilai tambah di berbagai sektor. (Istimewa)

Teknologi hanyalah titik awal bagi PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH). Di balik fondasi digital yang dimiliki, Perseroan terus bertransformasi menjadi holding investasi yang membangun, berinvestasi, dan mengakselerasi berbagai peluang bisnis potensial di Indonesia.

Penegasan ini sekaligus memperjelas posisi WGSH sebagai perusahaan dengan portofolio investasi terdiversifikasi, bukan semata emiten teknologi informasi.

Dengan memadukan kapabilitas teknologi, jaringan investasi, keahlian operasional, dan strategi bisnis, WGSH menjadikan teknologi sebagai enabler utama untuk menciptakan pertumbuhan dan nilai tambah di berbagai sektor.

Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), Ikin Wirawan, menegaskan bahwa Perseroan tidak lagi diposisikan hanya sebagai perusahaan teknologi informasi. Menurutnya, WGSH kini berkembang sebagai holding investasi yang menjadikan teknologi sebagai penggerak utama dalam menciptakan nilai tambah di berbagai sektor usaha.

“Dengan peran tersebut, Perseroan berupaya membangun ekosistem bisnis yang lebih luas, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan ekonomi masa depan,” kata Ikin dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Rabu (3/6/2026).

Melalui WGS Ventures, WGSH membangun portofolio investasi lintas sektor dengan teknologi sebagai fondasi utama. Strategi ini mencakup investasi di bidang properti, pangan, dan ekonomi sirkular guna memperkuat pertumbuhan sekaligus diversifikasi pendapatan.

Beberapa proyek yang diproyeksikan berkontribusi terhadap kinerja Perseroan antara lain Landlogic dengan pengembangan 178 kavling perumahan, Tumbara yang bergerak di distribusi seafood dengan kepemilikan saham sebesar 10%, serta Blue Phoenix, bisnis daur ulang limbah plastik PET yang mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

WGSH juga berencana melakukan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 208,5 juta saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Aksi korporasi ini berpotensi menghimpun dana sebesar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar yang akan difokuskan untuk modal kerja, terutama pengembangan proyek Blue Phoenix.

Menurut Ikin Wirawan, PMTHMETD tidak hanya berpotensi meningkatkan likuiditas saham, tetapi juga memperkuat fundamental Perseroan melalui tambahan modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Berbekal roadmap yang terukur dan agenda ekspansi hingga 2027, WGSH terus memperkuat portofolio bisnisnya guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag