Bos BEI Menegaskan Indonesia Tetap di Emerging Market

Bos BEI Menegaskan Indonesia  Tetap di  Emerging Market
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menggelar konferensi pers di ruang media pada Kamis (4/6/2026). Foto: Nadia K. Putri/SWA

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menghimbau investor untuk menyoroti kinerja fundamental emiten, mengambil keputusan investasi secara rasional, serta berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.Hal ini sebagai respons BEI pasca level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan, ditutup koreksi 3,48% ke level 5.734,26 dari sebelumnya 5.941,07 poin.

“Kami tentu sangat berharap investor bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar, seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di Frontier Market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah,” tegas Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Jeffrey menegaskan, bahwa posisi pasar saham Indonesia masih berada di kategori Emerging Market, bukan Frontier Market seperti informasi yang beredar.

“Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di Emerging Market,” tutur Jeffrey.

Untuk Emerging Markets kawasan Asia Pasifik, selain Indonesia, terdapat Cina, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand, mengutip dari laman resmi MSCI. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag