Ratusan Siswa dan Warga  Menerima Layanan Kesehatan Mata dari PGN (PGAS)

Ratusan Siswa dan Warga  Menerima Layanan Kesehatan Mata dari PGN (PGAS)
Siswa mengenakan kacamata dari program Cakra yang dikreasikan oleh PGN. (Foto :Humas PGN).

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN, subholding gas PT Pertamina (Persero), menggulirkan kegiatan bertajuk Cakra (Cek Kesehatan untuk Rakyat) yang digelar di di Kantor Pusat PGN, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026) Program Corporate Social Responsibility (CSR) perseroan ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis kepada 300 penerima manfaat yang berasal dari sejumlah sekolah dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT PGN ke-61 sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mata.

Kepala Sekolah SDN Cideng 7, Ratna Suminar, mengapresiasi PGN yang memberikan dukungan kepada para siswa untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan mata dan kacamata sesuai kebutuhan.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat besar karena masih terdapat siswa yang mengalami gangguan penglihatan namun belum mendapatkan penanganan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

“Bagi sebagian siswa dan orang tua, pemeriksaan mata maupun pembelian kacamata bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Melalui program ini, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan matanya dan memperoleh kacamata yang sesuai sehingga dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal di sekolah,” ungkap Ratna.

Hal senada disampaikan Kepala Yayasan Al Mubarok, Henny Setiyani. Menurutnya, program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis yang diselenggarakan PGN mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.

Program ini, lanjut Henny, sangat membantu lantaran memberikan solusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan keluarga mereka. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak yang terbantu,” tutup Henny.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kasus gangguan penglihatan yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu siswa diketahui memiliki tingkat rabun jauh hingga minus 17, sementara peserta lainnya mengalami gangguan penglihatan pada salah satu mata. Ada pula siswa yang selama ini masih menggunakan kacamata dengan ukuran minus 1, namun setelah diperiksa ternyata kondisi penglihatannya telah mencapai minus 6.

Temuan tersebut menunjukkan masih terbatasnya akses sebagian masyarakat terhadap pemeriksaan mata dan alat bantu penglihatan. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab banyak keluarga belum dapat melakukan pemeriksaan secara rutin maupun mengganti kacamata sesuai perkembangan kondisi mata anak.

Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN, mengatakan program Cakra itu ingin memastikan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan. Program ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, termasuk kesehatan mata, berperan penting dalam mendukung proses belajar, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami melihat masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan cukup serius namun belum mendapatkan penanganan yang memadai karena keterbatasan biaya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup mereka. Karena itu, kami berharap bantuan kacamata yang diberikan dapat membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujar Fajriyah.

Dia menyampaikan program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis merupakan bagian dari rangkaian Cakra yang lebih luas. Sebelumnya, PGN menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat di tiga wilayah operasional perusahaan, yakni SOR I sebanyak 500 orang, SOR II sebanyak 560 orang, dan SOR III sebanyak 550 orang. Dengan demikian, total penerima manfaat layanan kesehatan dasar yang telah dijangkau mencapai 1.610 orang.

Fajriyah mengatakan program perseroan ini dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadapn pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag