Katalis Penopang IHSG Relatif Minim di Jangka Pendek
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi volatilitas tinggi. Kamis kemarin indeks sempat anjlok 5% ke 5.644,2, sebelum memangkas pelemahan dan ditutup turun 1,9% di 5.839,8 poin.Tekanan jual masih terjadi di saham-saham big caps berfundamental kuat seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan ASII, menandakan aksi jual lebih didorong oleh risk-off dan tekanan likuiditas ketimbang faktor fundamental. Pelemahan BRPT dan BREN juga menambah beban indeks, sementara outflow pasar reguler tetap besar di Rp1,4 triliun.
“Di sisi makro, rupiah untuk pertama kali ditutup menembus 18.000, sedangkan yield SBN 10 tahun naik ke 6,80%. Kami melihat belum ada katalis kuat dalam jangka pendek untuk menopang IHSG maupun rupiah. Fokus BI saat ini tampaknya lebih pada menahan outflow melalui yield SRBI yang tetap tinggi,” kata Kepala Riset dan Ekonomi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya WIsnubroto, Jumat (5/6/2026).
Mirae Sekuritas merekomendasiakan saham-saham ini pada perdagangan Jumat ini;
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Target price (TP) 1: Rp1.415 (+5.99%) | TP2: Rp1.490 (+11.61%) | TP3: Rp1.595 (+19.48%)| Support: Rp1.300 & Rp1.150
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) – Extremely oversold
TP1: Rp3.760 (+5.03%) | TP2: Rp4.240 (+18.44%) | Support: Rp3.310 & Rp2.800
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) – Uptrend potential
TP1: Rp2.540 (+8.09%) | TP2: Rp3.010 (+28.14%) | Support: 2,070 & Rp2.030.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.