Alfamart Sebut Kopdes Merah Putih Belum Berdampak Material pada Bisnis
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyatakan hingga saat ini belum terdapat dampak material terhadap kinerja operasional maupun rantai pasok perusahaan akibat kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Strategi perseroan berfokus pada peningkatan layanan kepada pelanggan, di antaranya: pemenuhan produk sesuai kebutuhan pelanggan, penentuan harga yang kompetitif, serta pembuatan program promosi yang relevan,” ungkap manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026).
Menurut perusahaan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan nasional.
AMRT menilai setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi, dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Perseroan juga meyakini daya saing jangka panjang ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
“Dalam jangka panjang, perseroan berfokus untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan ritel melalui strategi pertumbuhan yang berkelanjutan seperti digitalisasi layanan serta ekspansi usaha di tingkat regional,” tulis manajemen perseroan.
Hingga saat ini, AMRT juga belum memiliki kerja sama strategis dengan pihak pengelola Koperasi Desa Merah Putih.
Dari sisi kinerja, AMRT membukukan pendapatan bersih sebesar Rp35,24 triliun pada kuartal I/2026, meningkat dibandingkan Rp32,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi Rp1,07 triliun dari Rp975,11 miliar pada kuartal I/2025.
Berdasarkan materi paparan publik yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI, pangsa pasar AMRT meningkat 1,7 poin persentase menjadi 36,2% secara year-to-date sejak Desember 2025. Secara grup, pangsa pasar perseroan mencapai 42,2% pada tahun buku 2025.
Pada perdagangan Jumat (5/6/2026) pukul 10.20 WIB, saham AMRT berada di level Rp1.270 per saham atau turun 4,14% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.330. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp52,9 triliun dengan nilai transaksi mencapai Rp43,64 miliar. Pergerakan saham masih berlangsung hingga jeda perdagangan siang. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.