Pemerintah Gelontorkan Subsidi dan Kompensasi Rp203,7 Triliun

Pemerintah Gelontorkan Subsidi dan Kompensasi Rp203,7 Triliun
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkue)

Kementerian Keuangan menggelontorkan anggaran subdisi dan kompensasi Rp203,7 triliun di Januari-Mei 2026. Angka ini setara 45,6% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.

Menteri Keuangan, Purbaya, Yudhi Sadewa, merincikan realisasi belanja subsidi tembus Rp94,8 miliar dan kompensasi sebesar Rp108,9 miliar. Belanja negara ini dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar Rupiah, pembayaran uang muka subsidi pupuk, peningkatan volume BBM, LPG hingga listrik.

Subsidi BBM, realisasinya sudah 6,3 ribu kiloliter (KL) atau naik sebesar 8,6% dari 5,8 ribu KL pada 2025. Subsidi pupuk tumbuh 20,7% atau menjadi 3,7 juta ton dari 3,1 juta ton. Selanjutnya subsidi LPG kg menjadi 3 2,7 juta kg atau naik 2,8% dari sebelumnya 2,7 juta kg.

Votalitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global meningkatkan realisasi subsidi energi. “Indonesia pernah berpengalaman menghadapi kondisi itu, seperti saat lonjakan harga energi pada konflik Rusia-Ukraina pada 2022,” jelas Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Adapun, belanja negara pada Januari-Mei tahun ini terealisasi sebesar Rp1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN. Belanja negara ini melonjak sebesar 34,4% jika dibandingkan periode yang sama di 2025. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag