Public Gold Indonesia Berencana Menambah Lini Usaha Emas Perhiasan
PT Public Gold Indonesia (PGI), produsen dan distributor emas berjenama Public Gold, berambisi memacu laju bisnis emas seiring rencana PGI memproduksi emas perhiasan di jangka pendek hingga menengah. Lini usaha ini menambah lini usaha utama PGI yang memproduksi dan menjual emas batangan. Hal ini disampaikan Founder dan Executive Chairman Public Gold Group sekaligus Presiden Malaysia Gold Association,Dato' Seri Louis Ng di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
“Kami memiliki fasilitas produksi di Indonesia dan memperoduksi emas dalam berbagai varian gramasi. Kami berencana untuk memproduksi emas perhiasan,” ucap Wira Louis. Public Gold Group, induk usaha PGI, bermarkas di Malaysia. Perusahaan ini beroperasi pada 2008. Sedangkan, PGI beroperasi di Indonesia sejak 2016.
PGI selama satu dekade beroperasi di Indonesia membuka kantor cabang di beberapa kota, antara lain Jakarta, Surabaya, Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Yogyakarta, dan Makasar. “Public Gold Indonesia memiliki fasilitas produksi dan 8 kantor cabang,” ucap Dato' Seri Louis.
PGI, sejak pertamakali beroperasi di satu dasawarsa lalu, menyediakan logam mulia bagi individu maupun korporasi. PGI aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas agar tidak hanya dipandang sebagai perhiasaan semata tetapi aset jangka panjang.
Dia mengatakan pihaknya menyediakan akses mudah, aman, dan terjangkau terhadap kepemilikan emas fisik berkualitas tinggi, PGI menggencarkan edukasi ke masyarakat, mulai dari mahasiswa di perguruan tinggi hingga institusi, mengenai makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset.
Hasilnya, PGI membukukan jumlah konsumen sebanyak 50.000 dan ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang berperan aktif menyebarluaskan edukasi emas melalui berbagai kegiatan di kantor cabang maupun lokasi lainnya.
“Public Gold Indonesia menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem edukasi emas lebih luas dan berkelanjutan,” kata Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia.
Target tersebut, lanjut Febrina, didorong pergeseran stigma emas dari semula dianggap klasik bagi Generasi Z (Gen Z) dan Milenial kemudian mulai dipandang sebagai investasi ‘aman’ di tengah kondisi ketidakpastian global. Peminat invetasi emas juga tidak sedikit datang dari kalangan muda dengan fungsi sebagai pelindung aset (protective asset). Tumbuhnya kepercayaan publik terhadap emas dibarengi dengan perolehan sertifkasi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas dan standar produk PGI.
Penyerahan sertifikasi tersebut disaksikan langsung Wali Kota Jakarta Selatan serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam perayaan satu dekade Public Gold Indonesia pada Award Recognition Night 2026 dihadiri 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia.
Melalui perayaan satu dekade tersebut, PGI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi emas di tengah masyarakat. PGI menggulirkan edukasi ini sebagai misi jangka panjang untuk membantu masyarakat memahami pentingnya kepemilikan emas fisik sebagai salah satu bentuk perlindungan kekayaan agar dapat diwariskan lintas generasi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.