Lautan Luas (LTLS) Perkuat Implementasi Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Lautan Luas (LTLS) Perkuat Implementasi Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
Penampakan panel surya pada atap pabrik PT Lautan Natural Krimerindo—salah satu anak perusahaan LTLS— Hingga tahun 2025, Lautan Luas telah memasang sebanyak 2.097 panel surya untuk PLTS dengan kapasitas total 1.052 kWp (Foto: LTLS)

PT Lautan Luas Tbk (LTLS), penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi (integrated ingredients and solution provider) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan yang terintegrasi di seluruh operasional perusahaan.

Sejalan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati pada pada 5 Juni 2026, Lautan Luas menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab serta mendukung mitigasi perubahan iklim.

Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Lautan Luas, menyampaikan perseroan terus mendorong implementasi operasional yang lebih rendah karbon melalui berbagai inisiatif energi bersih di sejumlah anak usaha. "Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi secara bertahap dan berkelanjutan,” ucap Eurike pada keterangannya yang dikutip SWA.co.id di Jakarta, pada hari ini.

Hingga tahun 2025, sebanyak 2.097 panel surya dengan kapasitas total 1.052 kWp telah terpasang di PT Lautan Natural Krimerindo, PT Dunia Kimia Jaya, dan PT Liku Telaga sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Lautan Luas mendorong diversifikasi energi bersih melalui PT Lautan Air Indonesia dengan mengoptimalkan penggunaan cangkang sawit (palm kernel shell) sebagai sumber energi alternatif pengganti batu bara. Inisiatif ini memiliki potensi reduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 4.789 ton CO₂eq dibandingkan penggunaan energi konvensional.

Implementasi keberlanjutan juga diwujudkan melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dengan pendekatan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replacement) dalam kegiatan operasional perusahaan. Sepanjang tahun 2025, implementasi tersebut mendukung pengelolaan 35,05 ton limbah padat non-B3 dan 21,56 ton limbah B3.

Dalam praktik pemulihan material,Dunia Kimia Jaya berhasil memulihkan 1.455 drum bekas, sementara Lautan Air Indonesia memulihkan 1.268 drum bekas untuk digunakan kembali dalam rantai operasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi timbulan limbah.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa keberlanjutan perlu diwujudkan melalui langkah nyata dan konsisten dalam operasional perusahaan. Lautan Luas berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi energi bersih, efisiensi sumber daya, serta praktik ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya mendukung mitigasi perubahan iklim dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Eurike.

Ke depannya, Lautan Luas akan terus memperluas implementasi inisiatif keberlanjutan secara bertahap di berbagai entitas usaha sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, industri, dan masyarakat. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag