Sah! Telkom (TLKM) Tebar Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun, Setara Rp221 per Saham
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara sekitar Rp221 per saham dan meningkat dibandingkan dividen tahun buku sebelumnya yang sebesar Rp21 triliun atau sekitar Rp212,5 per saham.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, mengatakan kebijakan dividen tersebut tetap memperhatikan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perseroan.
“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” jelas Dian dalam keterangan resmi yang diterima SWA.co.id pada Senin (8/6/2026).
Manajemen TLKM menjelaskan, dari total dividen sekitar Rp21,9 triliun tersebut, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Adapun sekitar Rp4,2 triliun sisanya berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya. Dengan komposisi tersebut, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) TLKM mencapai sekitar 123% dari laba bersih tahun 2025.
Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen paling lambat pada 10 Juli 2026. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 19 Juni 2026. Hingga Senin (8/6/2026), perseroan masih belum merinci jadwal cum dividen dan ex dividen di pasar reguler maupun pasar tunai.
Besarnya dividen yang dibagikan mencerminkan tren peningkatan pengembalian kepada pemegang saham dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode sebelumnya, TLKM membagikan dividen sekitar Rp212,5 per saham, lebih tinggi dibandingkan Rp178,5 per saham dan Rp167,6 per saham pada dua periode sebelumnya.
Di sisi lain, saham TLKM mengalami tekanan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, saham TLKM ditutup turun 14,86% dari Rp2.760 menjadi Rp2.350 per saham. Meski demikian, kapitalisasi pasar perseroan masih mencapai sekitar Rp232 triliun.
Volume transaksi saham TLKM tercatat mencapai 331,9 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp810 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 45.590 kali.
Data IDX Mobile per pukul 18.36 WIB menunjukkan investor asing melakukan penjualan saham TLKM senilai Rp709,48 miliar, sedangkan investor domestik mencatat penjualan sebesar Rp164,65 miliar.
Dari sisi pembelian, investor asing membukukan transaksi beli sebesar Rp573,52 miliar, sementara investor domestik sebesar Rp300,60 miliar.
Secara persentase, investor asing mendominasi aktivitas penjualan dengan porsi 81,16%, sedangkan investor domestik sebesar 18,84%. Pada sisi pembelian, investor asing juga mendominasi dengan kontribusi 65,61%, sementara investor domestik sebesar 34,39%.
Jika digabungkan dari sisi beli dan jual, aktivitas transaksi saham TLKM pada perdagangan hari itu masih didominasi investor asing dengan porsi 73,39%, sedangkan investor domestik berkontribusi 26,61%. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.