Analis: Musim Dividen Saham Jadi Peluang Jangka Pendek, Pasar Butuh Stabilitas Pemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (9/6/2026) ditutup menguat 7,57% ke level 5.746,65 dari posisi sebelumnya 5.342,14, mengutip data perdagangan aplikasi IDX Mobile.
Di tengah penguatan tersebut, analis menilai musim pembagian dividen yang masih berlangsung sepanjang Juni 2026 hanya berpotensi menjadi katalis jangka pendek bagi pasar saham.
“Pasar itu sekarang sedang ada krisis, bisa dibilang kepercayaan. Kalau ada dividen yield besar, pasar masih belum masuk, berarti ada sesuatu yang sebenarnya mereka lihat di luar dividen,” jelas Head of Investment Portfolio Strategy Bank Sinarmas, Ismail Muharam, kepada SWA.co.id saat doorstop di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6/2026).
Menurut Ismail, pembagian dividen tunai memang dapat menjadi sentimen positif dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati faktor fundamental yang memengaruhi arah pasar ke depan. Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tercatat sebesar 5,61% secara tahunan.
Selain itu, ia juga menyoroti sentimen domestik terkait pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan bank-bank Himbara, perusahaan BUMN, dan perusahaan asuransi BUMN yang membahas kebijakan pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Buyback tersebut akan dilakukan oleh institusi masing-masing.
“Menurut saya untuk selama bulan Juni, kita melihat arah setidaknya untuk rupiah. Secara teknikal, arah outflow [dana] dari MSCI semua sudah selesai. Kalau kita lihat rupiah ke depan akan lebih stabil. Seharusnya kalau lebih stabil, kita melihat IHSG juga bisa naik ke depannya,” tambah Ismail.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.998 per US$1 berdasarkan data Morningstar pada pukul 17.59 WIB.
Sepanjang Juni 2026, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan lebih dari 50 emiten menjadwalkan pembagian dividen tunai, baik yang pembayarannya dilakukan hingga akhir Juni maupun pada awal Juli 2026.
Salah satunya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Juni 2026, ex dividen pada 3 Juni 2026, serta recording date pada 4 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 12 Juni 2026 sebesar Rp180 per saham.
Sementara itu, beberapa emiten telah lebih dahulu membayarkan dividen pada awal Juni 2026 setelah menetapkan jadwal pencatatan pada Mei 2026. Contohnya, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang membayarkan dividen sebesar Rp80 per saham pada 3 Juni 2026.
Sebelumnya, MLPT menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Mei 2026, ex dividen pada 11 Mei 2026, serta recording date pada 12 Mei 2026. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.