Free Float Emiten Eks Startup Berubah: GOTO dan BUKA Turun, Investor BELI Naik
Keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tiga emiten teknologi di papan pengembangan dan ekonomi baru mengalami perubahan pada porsi saham beredar di publik (free float) serta jumlah pemegang saham yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID).
Dua emiten eks startup di papan pengembangan, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), telah menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Mei 2026.

GOTO melaporkan porsi free float sebesar 70,04% pada akhir Mei 2026, turun dari 71,28% pada akhir April 2026. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah saham free float dari 849.019.376.565 saham menjadi 834.332.067.091 saham.
Perseroan juga mengungkap perubahan jumlah saham nonwarkat (scripless) yang dimiliki pengendali dengan kepemilikan kurang dari 5%, serta jumlah saham treasuri nonwarkat dengan porsi kurang dari 5%.
Jumlah saham scripless yang dimiliki pengendali dengan kepemilikan kurang dari 5% tercatat sebanyak 6.113.363.252 saham pada akhir Mei 2026, turun dari 6.174.182.852 saham pada akhir April 2026.
Sementara itu, jumlah saham treasuri nonwarkat dengan porsi kurang dari 5% meningkat dari 39.290.078.403 saham menjadi 39.430.078.403 saham.
GOTO juga melaporkan terdapat 1.064.800 saham nonwarkat dengan status sita atau blokir oleh Aparat Penegak Hukum (APH) maupun otoritas berwenang lainnya dengan porsi kurang dari 5% pada akhir Mei 2026. Meski demikian, jumlah investor GOTO tetap stabil di level 360.956 SID pada akhir April maupun akhir Mei 2026.
Sementara itu, BELI mempertahankan porsi free float sebesar 23,81% atau setara 32.666.278.678 saham pada akhir April hingga akhir Mei 2026. Dari sisi investor, jumlah pemegang saham BELI bertambah 111 SID, dari 3.229 SID menjadi 3.340 SID.
Di papan ekonomi baru, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Mei 2026.
BUKA melaporkan porsi free float masih relatif besar, meski turun tipis dari 31,48% pada akhir April 2026 menjadi 31,43% pada akhir Mei 2026. Penurunan tersebut terjadi seiring berkurangnya jumlah saham free float dari 32.474.407.649 saham menjadi 32.426.907.649 saham.
Perseroan menjelaskan perubahan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah saham nonwarkat yang dimiliki seluruh pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5%, dari 34.733.325.347 saham menjadi 34.685.825.347 saham.
Di sisi lain, jumlah pemegang saham BUKA berkurang 1.191 SID, dari 63.005 SID pada akhir April 2026 menjadi 61.814 SID pada akhir Mei 2026.
Pada penutupan perdagangan, pergerakan saham GOTO, BELI, dan BUKA bervariasi. Berdasarkan data aplikasi IDX Mobile, saham GOTO ditutup stagnan di level Rp50. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp57 triliun, dengan volume transaksi 551,2 juta saham, nilai transaksi Rp27,56 miliar, dan frekuensi transaksi 10.510 kali.
Sementara itu, saham BELI melonjak 17,78% dari Rp270 menjadi Rp318. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp43,6 triliun, dengan volume transaksi 465.100 saham, nilai transaksi Rp142,5 juta, dan frekuensi transaksi 349 kali.
Adapun saham BUKA menguat 5,50% dari Rp109 menjadi Rp115. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp11,8 triliun, dengan volume transaksi 165,4 juta saham, nilai transaksi Rp18,70 miliar, dan frekuensi transaksi 3.316 kali. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.