Paviliun Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp106 Miliar di Beauty Istanbul 2026

The 7th Beauty Istanbul 2026. (Foto: Kemendag)
The 7th Beauty Istanbul 2026. (Foto: Kemendag)

Paviliun Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar US$6,52 juta atau sekitar Rp106 miliar dalam ajang Beauty Istanbul 2026 yang berlangsung di TÜYAP Fair Center, Istanbul, Turki.

“Beauty Istanbul 2026 merupakan pameran beauty and wellness terbesar di turki dan tingkat internasional. Baik peserta maupun pengunjung pameran datang dari seluruh dunia. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi salah satu bentuk fasilitasi yang bisa diberikan oleh Pemerintah Indonesia agar produk-produk ekspor Indonesia semakin dikenal di mancanegara,” ujar Atase Perdagangan RI untuk Ankara, Banny Ratno Ramadhani, dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).

Selama pameran, sejumlah produk Indonesia memperoleh peluang distribusi di pasar Turki. Produk-produk tersebut berpotensi dipasarkan melalui jaringan ritel kecantikan di negara tersebut, antara lain Watsons, Gratis, Rossmann, Mion/Migros, serta berbagai platform niaga elektronik.

Paviliun Indonesia memfasilitasi enam perusahaan sektor kecantikan untuk menampilkan produknya. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Akasha Wira International Tbk yang memamerkan produk pewangi rambut dan tubuh; PT Bintang Mas Triyasa dengan bulu mata palsu; PT Amore Natura Persada dengan produk lipstik, serum, dan pelembap; PT Kino Indonesia Tbk dengan vitamin rambut, hair mist, dan kondisioner; PT Surya Andalan Global Abadi dengan sabun batang dan soap noodle; serta PT Priskila Prima Makmur dengan parfum, pewarna rambut, dan kolonye.

Selain itu, dua perusahaan Indonesia mengikuti pameran secara mandiri, yakni PT Sparindo Mustika dengan produk losion tangan dan tubuh serta PT Van Aroma yang menawarkan minyak atsiri.

International Business Junior Manager PT Kino Indonesia Tbk, Muhammad Rizky, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti Beauty Istanbul 2026.

“Kami merasa terbantu dengan dukungan stan di pameran ini dari Pemerintah Indonesia. Selain dukungan stan, Kemendag RI juga memfasilitasi penerjemah," pungkasnya dalam siaran pers. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag