Argo Pantes Andalkan Bisnis Sewa Lahan sebagai Motor Pertumbuhan, Siapkan Capex Rp250 Miliar

Direktur Utama PT Argo Pantes Tbk (ARGO) Thomas Wahyu Kalaij. (Tangkapan layar: Silawati/SWA)
Direktur Utama PT Argo Pantes Tbk (ARGO) Thomas Wahyu Kalaij. (Tangkapan layar: Silawati/SWA)

PT Argo Pantes Tbk (ARGO) menargetkan bisnis properti dan penyewaan lahan sebagai motor pertumbuhan pada tahun buku 2026. Dalam paparan publik yang disampaikan Direktur Utama Thomas Wahyu Kalaij, Rabu (10/6/2026), perseroan menyatakan transformasi bisnis yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir mulai tercermin pada peningkatan kontribusi pendapatan sewa dan perbaikan kinerja keuangan.

Pada tahun buku 2025, Argo Pantes membukukan pendapatan sebesar Rp112 miliar, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kenaikan luas lahan tersewa sekitar 19% menjadi 170 ribu meter persegi dari 145,3 ribu meter persegi pada tahun sebelumnya.

Perubahan arah bisnis juga terlihat dari komposisi pendapatan perseroan. Pada 2025, pendapatan sewa mencapai Rp77,1 miliar atau berkontribusi sekitar 69% terhadap total pendapatan. Porsi tersebut meningkat dibandingkan sekitar 39% pada 2022.

“Pertumbuhan ini didukung oleh optimalisasi aset lahan dan bangunan yang dimiliki perusahaan untuk kegiatan logistik dan industri,” ujar Thomas.

Secara historis, pendapatan sewa menunjukkan tren peningkatan. Dalam periode 2022–2025, pendapatan sewa naik sekitar 116% dari Rp35,7 miliar menjadi Rp77,1 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba operasional meningkat sekitar 80% menjadi Rp23,7 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 27% menjadi Rp37,7 miliar. Margin EBITDA tercatat sekitar 34%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih berada di bawah target industri yang menurut manajemen berada di atas 50%.

Menurut Thomas, perbaikan kinerja tersebut didukung oleh efisiensi biaya operasional, terutama pada pos energi dan bahan bakar. Selain itu, perseroan juga memperoleh kontribusi dari sejumlah pendapatan non-operasional yang bersifat satu kali (one-off).

Argo Pantes juga membukukan laba bersih sebesar Rp71,2 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih Rp8,1 miliar pada tahun sebelumnya. Perseroan menyebut kinerja tersebut turut didukung dampak positif penataan dan pembersihan catatan keuangan perusahaan.

Di sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp1,13 triliun, sementara total ekuitas melonjak 58% menjadi Rp193 miliar. Meski total liabilitas naik sekitar 5%, manajemen menjelaskan kenaikan tersebut terutama dipengaruhi penyesuaian akuntansi atas kewajiban dalam mata uang asing. Perseroan juga mencatat saldo kas sekitar US$38 juta.

Memasuki 2026, Argo Pantes mengalokasikan belanja modal (capex) minimal Rp250 miliar untuk perbaikan infrastruktur, renovasi fasilitas, serta pengembangan lahan sewa baru.

Perseroan berencana menambah sekitar 75 ribu meter persegi area sewa melalui renovasi dan pengembangan fasilitas yang difokuskan untuk kontrak jangka panjang. Selain itu, perusahaan akan memperkuat sistem bisnis dan akuntansi, merekrut talenta baru, serta menjajaki kerja sama strategis guna mengembangkan lokasi sewa di luar kawasan Bekasi dan Tangerang.

“Kami akan terus mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) sekaligus memperbaiki profitabilitas agar semakin sejalan dengan standar industri,” kata Thomas.

Melalui strategi tersebut, Argo Pantes melanjutkan transformasi bisnis dari industri tekstil menuju pengelolaan aset dan properti industri, yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dan arus kas yang lebih stabil. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag