PANI Genjot Recurring Income dan Marketing Sales untuk Raih Target Omset Rp4,3 Triliun

PANI Genjot Recurring Income dan Marketing Sales untuk Raih Target Omset Rp4,3 Triliun

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menargetkan pendapatan pra penjualan (marketing sales) senilai Rp4,3 triliun di 2026. Penjualan ini ditopang pada tiga segmen yakni residensial, komersial dan kavling komersial.

Corporate Secretary PANI, Christy Grassela menjelaskan meski kenaikan BI Rate dalam dua pekan terakhir ini meningkat 75 basis poin, PANI belum memasukkan asumsi kenaikan suku bunga yang terjadi saat ini. Pada awal 2026, kondisi geopolitik dan ekonomi global masih sangat berbeda dibandingkan dengan kondisi saat ini.

"Meskipun demikian, hingga saat ini manajemen belum memiliki rencana untuk merevisi target marketing sales, baik ke bawah maupun ke atas," tegasnya dalam Public Expose Live 2026 pada Kamis (11/6/2026).

Perihal porsi antara pendapatan berulang (recurring income) dan pendapatan pra penjualan, Christy mengatakan perseroan menjaga keseimbangan dari dua sember pendapatan ini untuk memitigas kondisi pasar properti dan ekonomi yang berfluktuasi. Strategi diversifikasi pun telah dirancang PANI sejak lama.

Salah satunya pencatatan saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PANI, di Bursa Efek Indonesia pada awal 2025. CBDK menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi di kawasan PIK 2 dengan eksposur yang lebih besar terhadap recurring income.

Saat ini CBDK mengembangkan sumber recurring income, yakni menyodorkan NICE (Nusantara International Convention & Exhibition) PIK 2. Kemudian, perseroan sedang membangun hotel berkapasitas 271 kamar yang ditargetkan beroperasi paling cepat di kuartal II atau kuartal III/2027.

"Kontribusi recurring income dari aset tersebut diperkirakan mulai terlihat pada akhir 2027," tutup Christy. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag