PMPP TNI dan SyaREA World Dorong Bela Negara Melalui Ketahanan Finansial
Ketahanan ekonomi kini dipandang sebagai salah satu bagian penting dari bela negara. Berangkat dari semangat tersebut, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI bersama SyaREA World menggelar pelatihan praktis Cara Cerdas Kelola Uang (CCKU) di Bogor.
Program bertema "Bela Negara Melalui Kedaulatan Ekonomi" itu diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai institusi, antara lain PMPP TNI, BAIS TNI, Pusdikzi, Lanud Atang Sanjaya, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, BNPT, BNPP, serta unsur Forkopimda, TNI, dan Polri di wilayah Bogor. Lebih dari 300 peserta berasal dari kalangan pertahanan, keamanan, dan pemerintahan, sedangkan sisanya merupakan anggota komunitas SyaREA World yang terdiri atas pelaku usaha.
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya bertumpu pada kekuatan pertahanan, tetapi juga pada ketangguhan ekonomi keluarga. Karena itu, pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong kemandirian ekonomi sebagai bagian dari implementasi bela negara.
Menurutnya, keluarga yang kuat secara ekonomi merupakan fondasi ketahanan nasional. Sebaliknya, rendahnya literasi keuangan dan ketergantungan pada utang dapat menjadi sumber kerentanan sosial maupun ekonomi.
PMPP TNI juga menyoroti berbagai ancaman nonmiliter yang perlu diwaspadai, seperti disinformasi, serangan siber, penyalahgunaan teknologi digital, serta berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang berpotensi mengganggu persatuan dan daya saing bangsa. Karena itu, masyarakat yang tangguh dan adaptif dinilai menjadi salah satu kunci implementasi bela negara di era modern.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengelola keuangan, mulai dari mengatur arus kas, menyusun rencana keuangan, hingga mengurangi ketergantungan pada utang. "Masalah keuangan bukan soal penghasilan, melainkan cara mengelola uang," ujar Karmono Sutadi, fasilitator SyaREA World.
Karmono menambahkan, disiplin finansial penting untuk menghindari jebakan utang yang dapat berdampak pada kehidupan ekonomi, sosial, maupun psikologis. Karena itu, edukasi keuangan dinilai perlu diperkuat untuk mendukung kemandirian masyarakat dan ketahanan ekonomi.
Pelatihan ini memperkenalkan tiga prinsip pengelolaan keuangan, yakni survival, better life, dan getting more money, yang ditujukan untuk membantu peserta mengendalikan pengeluaran serta membangun kemandirian finansial.
Peserta juga diajak menyusun langkah penyelesaian persoalan utang sebagai bagian dari upaya membangun kondisi keuangan yang lebih sehat. Dalam kesempatan tersebut, SyaREA World turut memaparkan sejumlah pengalaman anggotanya dalam mengembangkan usaha melalui penguatan arus kas tanpa mengandalkan utang. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.