CMES 2026 Bidik Peluang Pasar Mesin Perkakas Indonesia Senilai US$4 Miliar

CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition siap digelar pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. (Istimewa).

Pasar mesin perkakas Indonesia terus berkembang seiring ekspansi sektor manufaktur dan meningkatnya kebutuhan teknologi produksi yang lebih efisien serta presisi.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang penyelenggaraan CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition yang akan digelar pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Pameran ini ditujukan sebagai ajang pertemuan pelaku industri manufaktur, pemasok teknologi, dan calon mitra bisnis.

Perwakilan penyelenggara CMES Indonesia, Sun Xiao Li, menilai industri pengolahan logam di Indonesia sedang mengalami pergeseran dari teknik pengecoran (casting) konvensional menuju manufaktur komponen berpresisi tinggi. Menurutnya, perubahan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, dan energi baru.

“Perkembangan industri mesin perkakas di Indonesia masih berada pada tahap awal,” kata Sun Xiao Li dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (11/6/2026).

CMES Indonesia 2026 akan menghadirkan berbagai teknologi di bidang mesin perkakas, manufaktur presisi, otomatisasi, robotika, dan industri pintar. Selain pameran produk, ajang ini juga dirancang untuk mempertemukan pelaku industri dan memperluas peluang kerja sama bisnis.

Sun Xiao Li mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan perdana CMES di Vietnam pada 2025 menjadi salah satu pertimbangan ekspansi penyelenggaraan ke Indonesia. Menurut dia, kehadiran CMES diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem manufaktur nasional serta mendorong implementasi agenda Making Indonesia 4.0.

Ia juga menyebut sekitar 75% peralatan mesin premium di Indonesia masih berasal dari impor. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi pemasok global untuk memasuki pasar Indonesia.

Pameran ini akan menempati area lebih dari 15.000 meter persegi dan menghadirkan berbagai produsen mesin serta penyedia solusi manufaktur. Produk yang ditampilkan meliputi mesin perkakas, peralatan gerinda, aksesori industri, hingga teknologi otomatisasi dan robotika yang digunakan di sektor otomotif, elektronik, dan manufaktur umum.

Prospek pasar ini didukung oleh pertumbuhan kebutuhan industri terhadap teknologi produksi yang lebih modern dan terotomatisasi. Mengutip data Ken Research, nilai pasar mesin perkakas Indonesia diproyeksikan mencapai US$4 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan investasi pada peralatan manufaktur.

CMES merupakan penyelenggara pameran industri asal Tiongkok yang telah beroperasi lebih dari 23 tahun. Perusahaan ini mengelola area pameran seluas 600.000 meter persegi dan mengklaim melibatkan lebih dari 600.000 pembeli setiap tahun. Pada penyelenggaraan di Vietnam pada 2025, CMES mencatat 11.602 pengunjung dan lebih dari 30.000 interaksi bisnis.

Di Indonesia, CMES bermitra dengan pemerintah dan sejumlah asosiasi industri untuk menghadirkan forum industri serta kegiatan International Buyer Matchmaking Meeting guna mempertemukan pelaku usaha dan calon mitra bisnis. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag