IHSG Terkoreksi 0,28%, Aksi Jual Investor Asing Cenderung Mereda
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis ini terkoreksi 0,28% atau menjadi 5.886,03 poin dari level 5.902,37 di perdagangan Rabu kemarin. Aliran dana keluar (outflow) investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp252,64 miliar atau setara US$14,05 juta di perdagangan hari ini. BEI mencatat penjualan bersih oleh investor asing menembus Rp67.63 triliun,setara dengan US$3,76 miliar pada tahun berjalan (year to date).
Data PT Bursa Efek Indonesia mencatat investor domestik mendominasi transaksi di sepanjang hari ini. Porsinya sebesar 58%, dengan rincian pembelian sebesar Rp12,98 triliun dan penjualan sebesar Rp12,73 triliun.Sedangkan, investor asing porsinya 42%. Rinciannya, pembelian oleh investor asing sebesar Rp9,26 triliun dan penjualan sebesar Rp9,51 triliun di pasar saham.
BEI mencatat transaksi jual-beli tersebut di pasar reguler, negosiasi, dan tunai. Merujuk data RTI Business, penjualan oleh investor asing di pasar reguler menembus Rp261,60 miliar.
Nilai transaksi dari penjualan investor asing itu bervariasi selama empat hari perdagangan di pekan ini. Pada Senin (8/6/2026), misalnya, arus keluar dana investor asing menembus Rp447,06 miliar di seluruh pasar. Sehari berikutnya, investor asing melepas Rp2,44 triliun di pasar saham. Tekanan jual berlanjut di Rabu kemarin lantaran aksi jual oleh investor global ini senilai Rp3,12 triliun.
Arus keluar tersebut mewarnai laju IHSG di Senin-Kamis pekan ini. Pada awal pekan, IHSG terkoreksi 4,52% ke level 5.342,13 poin. Pada perdagangan hari berikunya, IHSG memantul ke zona hijau lantaran menguat sebesar 7,57% ke level 5.746,64 poin. Pemulihan berlanjut di tengah pekan ini karena IHSG bertengger di level 5.902,37 poin atau naik 2,71%.
Pengamat pasar modal sekaligus Pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, mencermati penguatan IHSG selama dua hari berturut-turut itu menunjukkan pasar mulai merespons sejumlah langkah stabilisasi yang dilakukan oleh otoritas.
Ini ditunjukkan dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Langkah ini juga sempat membuat nilai tukar Rupiah (IDR) menguat hingga di bawah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (US$).
“Penguatan IHSG yang mencapai lebih dari 10% hanya dalam dua hari terakhir juga perlu disikapi dengan hati-hati. Secara teknikal, reli yang sangat cepat biasanya akan diikuti oleh aksi ambil untung, terutama dari pelaku pasar jangka pendek yang memanfaatkan momentum rebound,” ujar Hendra di Kamis (11/6/2026).
Hendra mengamati pergerakan IHSG didominasi oleh fase konsolidasi sehat sebelum menemtukan arah pergerakan berikutnya menuju level yang lebih tinggi. Hendra mencermati skenario penguatan IHSG di level support pada rentang 5.731 poin, sementara level 6.000 poin menjadi level resistance.
“Apabila indeks gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka koreksi jangka pendek menuju area support menjadi skenario yang cukup realistis,” tutur Hendra. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.