Summarecon Tebar Dividen Rp82,5 Miliar, Marketing Sales Kuartal I/2026 Melesat 37%
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose,PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto : Istimewa).
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp5 per saham atau senilai Rp82,54 miliar. Perseroan ini memutuskan aksi korporasi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Harga saham SMRA pada penutupan perdagangan hari ini bertengger di Rp290 atau naik
Adapun. SMRA di kuartal I/2026 mengantongi pendapatan pra penjualan (marketing sales) senilai Rp1,2 triliun, tumbuh sebesar 37% jika dibandingkan periode yang sama di 2025.Momentum ini menguatkan langkah perseroan untuk membidik target marketing sales di 2026 sebesar Rp5,2 triliun.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, mengatakan kinerja positif di awal tahun ini melanjutkan kinerja di sepanjang tahun 2025. Hal ini didukung pengembangan sembilan kawasan kota terpadu di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
Summarecon pada 2025 mencatat marketing sales sebesar Rp5,53 triliun, tumbuh 27% apabila dibandingkan 2024. Hal ini melampaui target tahun lalu senilai Rp5 triliun. Pendapatan pra penjualan Summarecon ditopang kuatnya penjualan properti segmen menengah atas. Oh ya, perseroan pada 2025 membukukan total pendapatan Rp8,77 triliun dan laba bersih Rp1,20 triliun.
"Produk properti Summarecon tetap diminati berkat inovasi, kualitas, kawasan terintegrasi, dan nilai investasi jangka panjang, dengan fokus pada prudent cash management dan pengembangan kota terpadu berkelanjutan," kata Adrianto pada siaran pers di Jakarta, pada hari ini.
Perseroan di lini usaha property development yang mencakup penjualan hunian, komersial, dan apartemen menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp5,51 triliun atau 63% dari total pendapatan tahun lalu
Kemudian, segmen investment property tumbuh 6% atau menjadi Rp2,28 triliun dan berkontribusi 26% terhadap total pendapatan. Ini ditopang kenaikan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp113,85 miliar.
Adapun lini usaha other business naik sebesar 1%, menjadi Rp981,12 miliar dengan kontribusi 11% terhadap total pendapatan Summarecon tersebut. Kinerja positif lini usaha ini ditopang bisnis perhotelan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.