KAQI Serap 100% Dana IPO dalam 15 Bulan, Siapkan Tiga Cabang Baru

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI, Emiten dengan spesialisasi perawatan kaki-kaki kendaraan nasional (Foto: jantragrupoindonesia.com)
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI, emiten dengan spesialisasi perawatan kaki-kaki kendaraan nasional (Foto: jantragrupoindonesia.com)

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), emiten yang bergerak di bidang perawatan kaki-kaki kendaraan, telah menyerap seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp49,58 miliar. Realisasi penggunaan dana tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan tersebut, dana IPO terserap 100% dalam kurun sekitar 15 bulan sejak perseroan memperoleh pernyataan efektif pada Maret 2025 hingga Juni 2026.

Sebagian besar dana IPO dialokasikan untuk pembelian lahan dan pembangunan infrastruktur bengkel dengan nilai lebih dari Rp31,6 miliar atau sekitar 60% dari total dana yang dihimpun. Perseroan juga melakukan penyesuaian alokasi penggunaan dana melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendukung kebutuhan ekspansi usaha.

Di tengah fluktuasi makroekonomi yang dipengaruhi penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah, operasional KAQI disebut tetap berjalan normal. Perseroan menilai bisnis jasa perawatan kendaraan yang berfokus pada pasar domestik masih mampu menopang kinerja usaha.

Sejalan dengan rencana ekspansi, KAQI telah menandatangani kerja sama dan tengah memfinalisasi pembukaan tiga cabang baru di Bandung Timur, Madiun, dan Surabaya Barat. Direktur KAQI, Simon Arosokhi Gulo, mengatakan ketiga cabang tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru pada semester II/2026.

Perseroan juga memproyeksikan kinerja pendapatan dan laba bersih kuartal II/2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring mulai beroperasinya sejumlah bengkel baru.

"Proyeksi dari pendapatan hingga laba bersih perseroan kuartal II tahun ini ada di angka positif, dibandingkan kinerja tahun 2025 di periode yang sama," ujar Simon.

Selain itu, Simon mengungkapkan manajemen sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental perseroan.

Menurutnya, rencana tersebut juga didukung oleh kebijakan relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memungkinkan emiten melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan. Manajemen menilai harga saham perseroan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan hari ini (12/6/2026), saham KAQI berada di posisi Rp91, naik 13,75% dari Rp80 pada penutupan hari Senin (8/6/2026). (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag