Grab For Business Dorong Pelaku Bisnis Scale Smarter dan Execute Faster di Tengah Kompleksitas Bisnis 2026.
Memasuki semester kedua tahun 2026, dunia usaha bergerak dalam lanskap yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, tekanan pada rantai pasok, percepatan integrasi teknologi dan AI, hingga perilaku konsumen yang semakin selektif membuat perusahaan perlu bertumbuh dengan cara yang lebih cerdas, disiplin, dan terukur.
Tantangan tersebut membuat perusahaan perlu menyeimbangkan agenda pertumbuhan dengan disiplin biaya, produktivitas, dan kecepatan operasional. Di satu sisi, 47% pemimpin bisnis di Asia Tenggara menjadikan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan, sementara 56% CFO menempatkan cost optimization sebagai prioritas utama pada 2026. Kompleksitas ini juga terlihat dari percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI), di mana 91% organisasi berencana meningkatkan investasi AI, namun hanya 25% yang melaporkan bahwa inisiatif AI dan otomasi mereka telah menghasilkan return on investment (ROI) yang sesuai harapan. Di saat yang sama, beban administratif dan proses kerja yang repetitif masih menjadi friksi yang menghambat produktivitas dan memperlambat eksekusi.
Menjawab tantangan tersebut, Grab menghadirkan Grab For Business sebagai platform yang membantu perusahaan mengelola penggunaan layanan Grab untuk kebutuhan kerja melalui satu portal terpusat. Melalui Grab For Business, perusahaan dapat mengatur kebijakan penggunaan, menetapkan anggaran untuk individu maupun tim, memantau pengeluaran secara lebih transparan, serta menyederhanakan proses administrasi yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual. Dengan sistem yang lebih terkonsolidasi, perusahaan dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik atas aktivitas operasional harian sekaligus memperkuat kontrol terhadap biaya dan meningkatkan produktivitas team.
Caption : Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia dalam gelaran Grab Business Forum 2026, menjelaskan tentang tantangan yang masih muncul ketika perusahaan perlu menerjemahkan penggunaan teknologi.
Dalam sesi presentasinya di Grab Business Forum 2026 bertema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster”, Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia, mengatakan “Banyak perusahaan telah memiliki strategi pertumbuhan yang kuat, namun masih menghadapi tantangan dalam operasional sehari-hari yang memperlambat eksekusi. Karena itu, Grab For Business kami rancang sebagai platform layanan B2B yang membantu perusahaan mengelola kebutuhan operasional harian, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan bisnis, business meals, hingga pengantaran, secara lebih terstruktur dan terukur. Dengan visibilitas yang lebih baik, kontrol yang lebih kuat, dan proses yang lebih otomatis, perusahaan dapat mempercepat eksekusi bisnis, meningkatkan produktivitas, serta membantu tim lebih fokus pada aktivitas yang menciptakan nilai,” ujar Roy.
Selain membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, Grab For Business juga mendukung perusahaan dalam mengembangkan, mengukur, dan melaporkan dampak keberlanjutan dari perjalanan bisnis mereka. Saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 14.000 armada kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan peningkatan jumlah armada hingga tiga kali lipat pada akhir 2026. Melalui GFB Sustainability Report, perusahaan dapat mengakses data emisi, mendukung kebutuhan Scope 3 Reporting, serta memperkuat pelaporan ESG dengan data yang lebih terukur.
Manfaat Grab For Business juga telah dirasakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk PLN Icon Plus. Dedi Budi Utomo, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus, mengatakan bahwa Grab For Business membantu perusahaan dalam mengelola mobilitas karyawan sekaligus mendukung komitmen keberlanjutan.
“Bagi PLN Icon Plus, sustainability merupakan bagian dari cara kami bergerak menatap masa depan. Grab For Business membantu kami melalui akses terhadap armada kendaraan listrik, sekaligus memudahkan pengelolaan mobilitas ribuan karyawan dari Kantor Pusat Jakarta hingga berbagai kantor SBU di seluruh Indonesia untuk membantu kegiatan operasional. Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” ujar Dedi.
Efisiensi tersebut juga tercermin dari potensi penghematan waktu kerja. Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business dapat menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Dengan proses yang lebih otomatis dan data transaksi yang lebih mudah dipantau, perusahaan dapat mengurangi beban administratif sekaligus meningkatkan akurasi pelaporan.
Isu mengenai pertumbuhan yang lebih cerdas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan kesiapan teknologi tersebut juga menjadi pembahasan utama dalam Grab Business Forum 2026. Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, forum ini menghadirkan M. Chatib Basri, ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, serta Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memberikan perspektif mengenai dinamika ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha untuk menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terarah di tengah tantangan global.
Caption : M. Chatib Basri, ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, menyampaikan pandangannya mengenai tantangan ekonomi global dan pentingnya produktivitas.
Dalam sesi keynote, Chatib Basri membahas dinamika ekonomi global serta implikasinya terhadap strategi pertumbuhan korporasi. Menurutnya, di tengah kondisi global yang dinamis, perusahaan tidak lagi dapat hanya mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal yang rendah atau ketersediaan tenaga kerja murah.
“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujar Chatib.
Caption : Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dalam gelaran Grab Business Forum 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Stella Christie menekankan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengimplementasikannya.
“Perusahaan perlu memilah dengan jelas tantangan apa yang perlu diselesaikan dengan AI dan mana yang tidak, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI perlu tetap menjaga humans in the loop dalam prosesnya, agar teknologi dapat mendukung pengambilan keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam memahami konteks, menilai hasil, dan memastikan dampaknya tetap relevan bagi kebutuhan bisnis,” ujar Stella.
Menurut Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, peluang pertumbuhan tetap terbuka meskipun dinamika bisnis semakin kompleks. Namun, ruang untuk bertumbuh dengan cara lama semakin terbatas.
“Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, serta pengambilan keputusan berbasis data. Melalui Grab Business Forum 2026, kami ingin menghadirkan perspektif dari berbagai industri yang dapat membantu para pemimpin bisnis menerjemahkan ambisi pertumbuhan menjadi hasil yang terukur,” ujar Neneng.
Melalui Grab Business Forum 2026, Grab menegaskan peran Grab For Business sebagai mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun sistem operasional yang lebih terhubung, terstruktur, dan efisien. Dengan dukungan pengelolaan biaya, visibilitas transaksi, otomatisasi administrasi, akses terhadap armada kendaraan listrik, serta data keberlanjutan yang lebih terukur, Grab For Business membantu perusahaan untuk scale smarter dan execute faster di tengah babak baru lanskap bisnis yang semakin kompleks.
Informasi lebih lanjut mengenai Grab For Business dapat dilihat di sini.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.