SisBerdaya DANA Perkuat Kapasitas UMKM Perempuan, By Ash Jewelry Petik Manfaat Program
Program pemberdayaan UMKM perempuan SisBerdaya yang digagas DANA Indonesia menjadi salah satu wadah pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha perempuan. Salah satu peserta program tersebut adalah Gek Nanda Putri Dana Asih, pendiri By Ash Jewelry, merek aksesori asal Bali yang berangkat dari kebutuhan pribadi dan berkembang menjadi usaha skala ultra-mikro.
Usaha yang dirintis Nanda pada 2022 bermula dari pengalamannya menggunakan perhiasan imitasi yang sering menimbulkan iritasi pada kulit. Dari pengalaman tersebut, ia mulai memproduksi aksesori berbahan stainless steel hypoallergenic yang aman digunakan sehari-hari, termasuk oleh pemilik kulit sensitif. Produk-produknya kemudian dipadukan dengan mutiara asli Lombok dengan desain yang sederhana dan elegan.
Dengan modal awal sekitar Rp5 juta hasil patungan bersama sang kakak, Nanda membangun usaha tersebut secara mandiri. Namun, perjalanan sebagai pelaku usaha ultra-mikro tidak selalu berjalan mulus. Pada dua tahun pertama, ia menghadapi penjualan yang belum stabil, keterbatasan akses pasar, serta ketidakpastian dalam mengembangkan usaha.
Salah satu momentum penting dalam perjalanannya datang ketika ia mengikuti program inkubasi UMKM perempuan SisBerdaya 2025 yang diselenggarakan DANA Indonesia. Melalui program tersebut, Nanda mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kelas daring, lokakarya tatap muka, hingga pendampingan pitching bisnis. Ia kemudian masuk dalam jajaran Top 15 peserta terbaik dan meraih gelar Pemenang Kategori Ultra-Mikro Area II.
Menurut Nanda, program tersebut membantunya memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh nilai dan cerita yang dibangun di baliknya. Pendampingan yang diterimanya juga mendorong peningkatan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha sekaligus memperbaiki standar kualitas produk dan layanan.
Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan SisBerdaya merupakan program tahunan yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
"UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan menyumbang sekitar 60% terhadap PDB Indonesia. Menariknya, sekitar 60% UMKM juga dikelola oleh perempuan. Namun, banyak pelaku usaha perempuan yang masih menghadapi tantangan dalam mengakses layanan keuangan formal dan sumber pendanaan," ujar Olavina kepada SWA.co.id.
Melalui SisBerdaya, DANA memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis sekaligus membuka akses terhadap jejaring usaha serta dukungan pendanaan bagi peserta yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.
Bagi Nanda, manfaat program tersebut tidak hanya terkait peningkatan kapasitas usaha. Saat ini, ia mulai mempersiapkan pengembangan bisnis yang lebih terstruktur dengan membangun tim operasional sehingga dapat lebih fokus pada riset dan inovasi produk.
Selain mengembangkan By Ash Jewelry, Nanda juga merintis usaha di bidang event organizer yang berfokus pada penyelenggaraan weekend market bagi UMKM lokal. Inisiatif tersebut lahir dari pengalamannya saat kesulitan memperoleh lokasi berjualan yang konsisten.
Pengalaman Nanda menunjukkan bagaimana program pengembangan kapasitas dapat dimanfaatkan pelaku usaha ultra-mikro untuk memperluas wawasan bisnis dan menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih terarah. Dari usaha aksesori yang berawal dari kebutuhan pribadi, ia kini juga berupaya membangun ruang bagi UMKM lain untuk memperluas akses pasar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.