Butter Baby Percepat Ekspansi Internasional, Bidik Thailand, Malaysia, dan China

Butter Baby Percepat Ekspansi Internasional, Bidik Thailand, Malaysia, dan China
Butter Baby Kiosk di Pondok Indah Mall 2, Jakarta. (Foto: Butter Baby)

Jenama donat Butter Baby mempercepat langkah ekspansi bisnisnya ke pasar internasional setelah mencatat pertumbuhan pesat di Indonesia dalam setahun terakhir. Perusahaan menargetkan pembukaan gerai di sejumlah negara Asia serta memperluas eksposur merek melalui program pop-up store di berbagai kota global.

CEO Butter Baby, Shane Lewis, mengatakan rencana ekspansi internasional telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan sejak gerai perdana dibuka di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Sejak hari pertama kami membuka flagship store di Blok M, ekspansi sudah menjadi bagian dari rencana besar Butter Baby. Kami beruntung karena sejak awal telah berdiskusi dengan berbagai mitra potensial untuk pengembangan bisnis di sejumlah wilayah,” ujar Shane pada keterangannya di Sabtu (12/6/2026).

Butter Baby didirikan oleh Nick dan Henry Burch, putra pendiri rumah mode mewah Tory Burch LLC. Merek ini dikenal melalui produk donat artisan dengan desain karakter yang khas, hasil kreasi chef pastry lokal Dedy Sutan Supriady.

Di pasar domestik, Butter Baby berhasil memperluas jaringan usahanya dari satu gerai menjadi hadir di sejumlah pusat perbelanjaan utama di Jakarta, termasuk Central Park, Pondok Indah Mall, dan Plaza Senayan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap produk donat premium yang menggabungkan tampilan visual menarik dengan kualitas produk yang konsisten.

Keberhasilan di dalam negeri turut mendorong perusahaan melakukan pop-up internasional perdana di Los Angeles, Amerika Serikat. Respons positif dari pasar tersebut menjadi salah satu landasan bagi Butter Baby untuk mempercepat penetrasi ke pasar global.

Dalam tahap awal ekspansi regional, Thailand dan Malaysia menjadi dua negara yang diprioritaskan untuk pembukaan gerai baru. Selain itu, perusahaan juga tengah menjajaki peluang kemitraan strategis di China sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan bisnis di kawasan Asia.

“Thailand dan Malaysia menjadi fokus awal kami di kawasan regional, sementara sejumlah pembicaraan juga sedang berlangsung untuk pengembangan pasar di China,” kata Shane.

Untuk menjaga standar operasional dan kualitas produk, Butter Baby akan menerapkan model bisnis yang sama seperti di Indonesia. Strategi tersebut mengandalkan kehadiran flagship store sebagai pusat operasional utama yang didukung jaringan gerai berukuran lebih kecil dan terintegrasi dengan central kitchen.

Menurut perusahaan, pendekatan tersebut dinilai efektif dalam menjaga konsistensi kualitas produk sekaligus memperkuat identitas merek di setiap pasar yang dimasuki.

Selain ekspansi gerai permanen, Butter Baby juga menyiapkan strategi pemasaran melalui pop-up store internasional. Dalam delapan hingga sembilan bulan ke depan, perusahaan berencana menggelar pop-up di Seoul, Korea Selatan, sebelum melanjutkan ke sejumlah kota besar di Amerika Serikat, seperti New York, Miami, dan Los Angeles.

Shane mengungkapkan Butter Baby menargetkan penyelenggaraan enam pop-up internasional dalam dua tahun mendatang yang akan tersebar di berbagai negara. Selama dua tahun ke depan, Butter Baby berencana membuka enam pop-up di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Melalui strategi ekspansi gerai dan pop-up internasional tersebut, Butter Baby berharap dapat memperkuat posisinya sebagai merek dessert asal Indonesia yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperluas basis konsumen di berbagai negara. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag