TPID Memitigasi Tingginya Permintaan Pangan dan BBM Jelang Liburan di Bali

Suasana Desa isaa Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali. (Foto :Silawati/SWA).
Areal persawahan di Desa Wisata Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali. (Foto: Silawati/SWA).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali serta lintas instansi di Pulau Dewata ini bersinergi untuk menjaga pasokan pangan dan energi serta stabilitas harga-harga kebutuhan pokok. Langkah ini menyiapkan tingginya permintaan pangan dan energi pada hari besar keagamaan dan musim liburan sekolah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, antara lain lonjakan permintaan barang dan jasa selama hari raya Galungan-Kuningan dan musim liburan sekolah, Bali menghadapi potensi gangguan produksi pangan yang diakibatkan ketidakpastian cuaca pada masa transisi musim serta kemungkinan terjadinya El Nino moderat. Kemudian, ketidakpastian global berpotensi mendorong kenaikan harga energi.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, TPID Bali telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain optimalisasi operasi pasar murah dengan prinsip 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran), penguatan pengawasan stok pangan bersama Satgas Pangan, percepatan realisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin pasokan pangan, peningkatan fasilitas pengairan guna memitigasi dampak El Nino, serta penguatan komunikasi publik untuk menjaga optimisme masyarakat.

Merujuk kajian Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Bali masih dipasok dari luar daerah. Lantaran demikian, kelancaran distribusi pangan menjadi faktor utama dalam menjaga keterjangkauan harga.

Untuk pasokan pangan, Bulog Kanwil Bali memastikan cadangan pangan strategis dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Galungan-Kuningan. Bulog juga terus menjalankan program Gerakan Pasar Murah sebagai instrumen stabilisasi harga.

Satgas Pangan turut melaporkan kondisi pasokan pangan di Bali masih terjaga dengan baik. Pengawasan distribusi terus dilakukan, baik di tingkat pasar maupun distributor, guna memastikan ketersediaan barang tetap mencukupi dan harga tetap terkendali.

Pasokan energi juga dipastikan aman. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Bali menyampaikan ketersediaan LPG subsidi maupun bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang diproyeksikan mencukupi hingga perayaan Galungan dan Kuningan. Pemantauan distribusi terus dilakukan agar pasokan energi tersalurkan secara lancar dan tepat sasaran.

Khusus untuk komoditas daging babi yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Bali saat hari raya, pemerintah memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Bali memperkuat program pencegahan penyakit ternak melalui vaksinasi African Swine Fever (ASF). Pada 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan 50.000 dosis vaksin ASF untuk Bali guna meningkatkan ketahanan sektor peternakan dan mengurangi risiko gangguan produksi.

TPID Bali sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga pasokan, distribusi, serta stabilitas harga pangan dan energi. Dengan langkah tersebut, kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Galungan dan Kuningan diharapkan dapat terpenuhi dengan baik sehingga perayaan berlangsung aman, lancar, dan mengelola laju inflasi.

Sekretaris Daerah Pemprov Bali, Dewa Made Indra, mengatakan Pengendalian inflasi berperan strategis dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kesejahteraan warga Bali. "Ketersediaan komoditas pangan dan kemudahan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok harus terus dijaga, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari raya," ujar Indra di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat saat Hari Raya Keagamaan. Karena itu, peran TPID sangat krusial untuk memastikan sisi pasokan tetap aman

Berdasarkan data BPS, inflasi Bali pada Mei 2026 naik sebesar 2,99% secara tahunan, tetapi lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,08% dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1%. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag