Bandara, Hotel, hingga Wahana Rekreasi di Bali Pasang Kuda-Kuda Jelang Libur Sekolah

MĀUA Olea Ubud. (Foto : Swiss Bell Hotel).
MĀUA Olea Ubud. (Foto: Swiss Bell Hotel).

Menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, berbagai pelaku industri pariwisata di Bali mulai memperkuat kapasitas dan layanan mereka. Mulai dari pengelola hotel, destinasi rekreasi, hingga operator bandara melakukan berbagai persiapan untuk menyambut musim ramai wisatawan.

Salah satunya dilakukan Swiss-Belhotel International melalui pembukaan Maua Olea Ubud by Swiss-Belhotel. Properti eco-luxury tersebut mengusung perpaduan konsep wellness, budaya, dan keberlanjutan.

Kehadiran hotel baru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menangkap pertumbuhan permintaan terhadap pengalaman menginap berkualitas tinggi yang terus berkembang di Bali.

Berlokasi di Ubud yang dikenal sebagai pusat wisata budaya dan wellness Indonesia, Maua Olea menjadi properti kedua yang beroperasi di bawah jenama Maua by Swiss-Belhotel di Bali. Langkah tersebut mempertegas fokus Swiss-Belhotel International dalam mengembangkan segmen hospitality premium yang menawarkan pengalaman lebih personal dan autentik.

Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull, menjelaskan bahwa brand Maua dikembangkan dengan filosofi yang terinspirasi dari budaya Māori yang menekankan nilai koneksi, penghormatan, dan kebersamaan.

"Kami ingin menghadirkan sebuah sanctuary yang memungkinkan tamu terhubung dengan lingkungan dan budaya setempat secara lebih mendalam," ujarnya.

Waterbom perkuat standar layanan

Persiapan menghadapi musim liburan juga dilakukan pengelola Waterbom Bali. Menjelang periode libur sekolah dan musim ramai pariwisata, perusahaan memperkuat aspek keselamatan, kualitas layanan, manajemen pengunjung, hingga program keberlanjutan.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, meninjau berbagai aspek operasional Waterbom Bali pada Jumat (5/6/2026). Menurutnya, momentum libur sekolah menjadi periode penting bagi destinasi wisata untuk membuktikan kualitas pengelolaan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Waterbom Bali yang telah beroperasi selama 33 tahun menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga kualitas pengalaman pengunjung. CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan perusahaan secara rutin melakukan pemeriksaan seluruh fasilitas melalui departemen quality control.

"Kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season," kata Sayan.

Waterbom Bali. (Foto: tiket.com)
Waterbom Bali. (Foto: tiket.com)

Salah satu fokus utama perusahaan adalah pengelolaan kapasitas pengunjung. Menurut Sayan, pengaturan jumlah pengunjung dilakukan secara disiplin agar kualitas pengalaman wisata tetap terjaga, mulai dari waktu antrean wahana hingga ketersediaan fasilitas pendukung seperti loker, toilet, dan area istirahat.

"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Selain itu, Waterbom Bali terus memperkuat agenda keberlanjutan melalui sistem pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan timbulan sampah, pemilahan, hingga pengolahan yang lebih bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian dari target jangka panjang perusahaan untuk mencapai net zero emission pada 2033.

Strategi itu sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Bali yang semakin menekankan kualitas destinasi dan tanggung jawab lingkungan. Komitmen menjaga standar layanan dan keberlanjutan juga turut memperkuat reputasi Waterbom Bali di tingkat internasional.

Wamenpar mengapresiasi konsistensi manajemen Waterbom Bali dalam menjaga kualitas layanan dan standar operasional. Menurut perusahaan, fokus pengembangan tidak hanya pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada penciptaan pengalaman wisata yang bernilai bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bandara percepat digitalisasi layanan

Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran situs web terbaru dan aplikasi seluler ExperIA yang dirancang untuk menghadirkan akses informasi kebandarudaraan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pengembangan kanal digital tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di setiap tahapan perjalanan.

Menurutnya, pembaruan situs web dan aplikasi ExperIA memudahkan masyarakat mengakses informasi yang cepat, akurat, dan praktis sehingga pengalaman perjalanan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi semakin nyaman.

Kawasan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. (Foto : Istimewa).
Kawasan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. (Foto: Istimewa).

Situs web terbaru bandara menyediakan berbagai informasi penting yang dapat diakses pengguna, mulai dari jadwal penerbangan, fasilitas bandara, hingga layanan transportasi yang tersedia di kawasan bandara. Platform digital tersebut juga dilengkapi direktori belanja yang memudahkan penumpang memperoleh informasi mengenai toko, restoran, dan berbagai layanan komersial lainnya sebelum maupun saat berada di bandara.

Selain melalui situs web, InJourney Airports juga memperluas layanan digital melalui aplikasi ExperIA yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mengakses informasi penerbangan, fasilitas bandara, serta berbagai layanan pendukung perjalanan secara real time melalui perangkat seluler.

Peluncuran kedua kanal digital tersebut merupakan bagian dari program transformasi perusahaan yang menempatkan digitalisasi proses bisnis sebagai salah satu pilar utama. Melalui pemanfaatan teknologi, perusahaan berupaya menghadirkan layanan yang lebih personal, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa transportasi udara.

Menurut Nugroho, situs web dan aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan layanan bandara kepada pelanggan bahkan sebelum mereka tiba di terminal keberangkatan.

Transformasi digital yang dijalankan Bandara I Gusti Ngurah Rai sejalan dengan tren industri kebandarudaraan global yang semakin mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkaya pengalaman pelanggan. Bagi Bali sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia, penguatan layanan digital dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan dan daya saing di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag