Niramas Utama (JELI) Incar Dana IPO Rp392 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya

Produk jeli dan nata de coco produksi PT Niramas Utama Tbk (JELI). (Istimewa)
Produk jeli dan nata de coco produksi PT Niramas Utama Tbk (JELI). (Istimewa)

PT Niramas Utama Tbk (JELI), pemilik merek Inaco, menjadwalkan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15–22 Juni 2026. Perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam rencana penawaran umum perdana saham (IPO) yang dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Mengutip prospektus yang diterbitkan di laman e-ipo.co.id pada Minggu (14/6/2026), JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham biasa atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp900–Rp1.120 per saham, sehingga nilai penawaran umum perdana saham mencapai sebanyak-banyaknya Rp392 miliar.

Perseroan merinci sekitar 51,04% dana hasil IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada entitas anak, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), dalam bentuk ekuitas. Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan oleh NPS untuk belanja modal (capital expenditure/capex), antara lain namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi serta peralatan dan perlengkapan.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly perseroan, guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor,” jelas manajemen Niramas Utama yang dikutip SWA.co.id pada hari ini.

Sekitar 18,36% dana IPO akan digunakan JELI untuk belanja modal berupa pembelian mesin, antara lain namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan. Penggunaan dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas gudang dan mempercepat proses logistik.

Selanjutnya, sekitar 10,63% dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, total pokok pinjaman perseroan kepada bank tersebut tercatat sebesar Rp94 miliar. Setelah pembayaran dilakukan, saldo kewajiban JELI akan berkurang menjadi Rp54 miliar.

Adapun sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, antara lain namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha.

Dengan merek dagang utama Inaco, JELI merupakan produsen makanan dan minuman penutup berbasis kelapa dan serat alami yang telah beroperasi sejak 1990. Produk perseroan mencakup nata de coco dalam berbagai varian rasa, jeli mini, puding, serta minuman siap saji seperti I’m Coco dan Jelly Drink. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag