Manufaktur Baja dan Mobil Listrik Menopang Laju Bisnis BNBR

Manufaktur Baja dan Mobil Listrik Menopang Laju Bisnis BNBR
Bus listrik yang merupakan unit produk yang dikelola PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). VKTR merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Bakrie & Brothers. (Foto: Bakrie & Brothers)

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar, meningkat 49,6% jka dibandingkan Rp336 miliar pada tahun sebelumnya.Meski demikian, pendapatan bersih BNBR tercatat sebesar Rp3,74 triliun pada 2025, atau turun sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, mengatakan pencapaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

“Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung,” ujar Anindya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BNBR di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Pendapatan bersih BNBR pada 2025 ditopang oleh sejumlah unit usaha utama. Grup PT Bakrie Metal Industries memberikan kontribusi terbesar dengan pendapatan Rp2,2 triliun. Sementara itu, grup PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menyumbang Rp1,08 triliun dan grup PT Bakrie Indo Infrastructure sebesar Rp464,21 miliar.

Manajemen menyatakan tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan dengan fokus pada pengembangan infrastruktur fisik dan digital, serta industri berkelanjutan yang mencakup kendaraan listrik dan energi hijau.

Di sektor infrastruktur jalan tol, BNBR melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways mengoperasikan ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer dengan masa konsesi hingga 2061.

Sepanjang 2025, volume lalu lintas di ruas tol tersebut mencapai rata-rata 40.888 kendaraan per hari, atau 3,38% di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pendapatan rata-rata harian tercatat sebesar Rp2,3 miliar, melampaui target RKAP sebesar 4,87%.

Manajemen memperkirakan kinerja ruas tol tersebut masih berpotensi meningkat pada 2026 seiring pertumbuhan volume kendaraan dan rencana penyesuaian tarif.

Pada bisnis infrastruktur komunikasi digital, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) membukukan pendapatan Rp358,9 miliar sepanjang 2025, meningkat 14,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh partisipasi MKN dalam program pemerataan konektivitas internet di wilayah pedesaan, pinggiran kota, dan daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Selain itu, MKN telah membangun jaringan kabel serat optik lebih dari 8.000 kilometer dan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan total homepass lebih dari 320.000 di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga mengembangkan layanan Internet of Things (IoT), serta aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning.

Di sektor mobilitas listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatat penjualan 69 unit kendaraan listrik sepanjang 2025 yang terdiri dari 53 bus listrik, 10 truk listrik, dan enam forklift listrik. Secara kumulatif hingga akhir 2025, VKTR telah menjual 135 bus listrik, 24 truk listrik, dan 13 forklift listrik sejak perusahaan berdiri.

Pada kuartal I-2026, VKTR menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada operator TransJakarta. Dengan tambahan tersebut, total pasokan VKTR untuk armada TransJakarta mencapai 152 unit bus listrik, atau sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang berjumlah sekitar 500 unit.

Pada sektor energi baru terbarukan, BNBR melalui PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi terus mengembangkan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di berbagai daerah serta fasilitas operasional Grup Bakrie.

Helio juga memperluas jaringan bisnis pengisian daya kendaraan listrik (EV charging) yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari pool bus listrik, gedung perkantoran, bandara di Jakarta, kawasan kampus di Yogyakarta, hingga area industri di Sumatra.

Sementara itu, BNBR melalui PT Modula Tiga Dimensi mengembangkan bisnis teknologi konstruksi berbasis pencetakan tiga dimensi (3D Construction Printing/3DCP) melalui kerja sama investasi dengan COBOD International.

Modula telah menyelesaikan pembangunan gedung auditorium milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Citeureup, Bogor, dan saat ini tengah mengerjakan proyek kawasan Mes Eco Village di Lampung.

Dengan pertumbuhan laba yang kuat dan diversifikasi bisnis di sektor infrastruktur, digital, kendaraan listrik, serta energi hijau, BNBR menilai fondasi bisnis perseroan semakin solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag