Summarecon Agung Tebar Dividen Rp82,54 Miliar, Marketing Sales Kuartal I/2026 Tumbuh 37%
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham atau dengan total nilai Rp82,54 miliar. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Pada perdagangan Senin (15/6/2026), saham SMRA ditutup di level Rp308 per saham, naik 1,99% dibandingkan penutupan sebelumnya. Berdasarkan harga tersebut, dividend yield perseroan terindikasi sekitar 1,62%.
Di sisi operasional, SMRA membukukan marketing sales sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menjadi modal awal bagi perseroan untuk mengejar target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp5,2 triliun.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, mengatakan kinerja positif pada awal 2026 melanjutkan capaian yang diraih perseroan sepanjang tahun sebelumnya. Menurut dia, kinerja tersebut didukung pengembangan sembilan kawasan kota terpadu yang dimiliki Summarecon, yakni Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
Sepanjang 2025, Summarecon mencatat marketing sales sebesar Rp5,53 triliun atau tumbuh 27% dibandingkan 2024. Realisasi tersebut melampaui target marketing sales yang ditetapkan perseroan sebesar Rp5 triliun.
Selain itu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun dan laba bersih Rp1,20 triliun pada 2025. Kinerja marketing sales terutama ditopang penjualan produk properti di segmen menengah atas.
"Produk properti Summarecon tetap diminati berkat inovasi, kualitas, kawasan terintegrasi, dan nilai investasi jangka panjang, dengan fokus pada prudent cash management dan pengembangan kota terpadu berkelanjutan," kata Adrianto, dikutip Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan segmen usaha, lini property development yang mencakup penjualan hunian, properti komersial, dan apartemen menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan. Segmen ini mencatat pendapatan Rp5,51 triliun atau berkontribusi sekitar 63% terhadap total pendapatan 2025.
Sementara itu, segmen investment property membukukan pendapatan Rp2,28 triliun, naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sekitar 26% terhadap total pendapatan. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang kenaikan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp113,85 miliar.
Adapun segmen other business mencatat pendapatan Rp981,12 miliar atau meningkat 1% secara tahunan. Segmen ini berkontribusi sekitar 11% terhadap total pendapatan perseroan, terutama ditopang oleh kinerja bisnis perhotelan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.