MCAS Tahan Dividen 2025, Fokus Kembangkan Bisnis

MCAS Tahan Dividen 2025, Fokus Kembangkan Bisnis
Ilustrasi harga saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada 28 Januari 2026. Foto: Nadia K Putri/SWA

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) karena perseroan masih fokus mengembangkan bisnis.

"Kami memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025, karena kami masih membutuhkan return on risk untuk mendukung perkembangan usaha ke depannya," ujar Direktur PT M Cash Integrasi Tbk, Stanley Tjiandra, dalam paparan publik daring, Rabu (17/6/2026).

Stanley mengatakan perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif pada kuartal II/2026. Pada kuartal I/2026, MCAS membukukan pendapatan bersih Rp845,42 miliar dan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,39 miliar.

Sebagai perbandingan, pada kuartal I/2025 perseroan mencatat pendapatan bersih Rp1,29 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11 juta. Dengan demikian, pendapatan MCAS menurun secara tahunan dan perseroan berbalik mencatat rugi pada tiga bulan pertama tahun ini.

Di pasar modal, saham MCAS sempat melemah pada sesi pertama perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 13.25 WIB saham MCAS turun 0,51% dari Rp197 menjadi Rp196 per saham.

Pada sesi kedua perdagangan, sekitar pukul 13.30 WIB, saham MCAS kembali bergerak ke level Rp197 per saham sebelum melonjak lebih dari 11% ke kisaran Rp222-Rp224 per saham.

Hingga siang hari, volume transaksi saham MCAS tercatat 243.100 saham dengan nilai transaksi Rp47,99 juta dan frekuensi perdagangan 237 kali. Adapun data kapitalisasi pasar perseroan perlu dicermati kembali karena tidak sepenuhnya sejalan dengan harga saham yang diperdagangkan pada kisaran tersebut.

MCAS melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 1 November 2017. Perseroan bergerak di sektor teknologi, khususnya aplikasi dan jasa internet.

Sepanjang 2026, MCAS berencana memperkuat konektivitas dengan merchant melalui pengembangan ekosistem berbasis perangkat, termasuk Soundbox atau Swaraiklan.

Saat ini, kontributor utama bisnis MCAS berasal dari segmen periklanan, ritel dan gaya hidup, energi bersih khususnya kendaraan roda dua listrik, serta layanan teknologi informasi (IT). (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag