Klaim Ratusan Juta Rupiah, Peserta Prudential Syariah Bagikan Pengalaman Saat Hadapi Sakit
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mulai beroperasi sejak 2022 sebagai hasil dari proses pemekaran usaha melalui pemisahan Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi entitas yang terpisah. Prudential Syariah menawarkan rangkaian solusi perlindungan jiwa, kesehatan dan finansial berbasis syariah yang berlandaskan prinsip transparansi, gotong-royong, dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.
Didukung oleh nilai-nilai utama yaitu membahagiakan peserta (delighting customers), inovasi produk dan layanan serta digitalisasi yang terus dikembangkan, Prudential Syariah berkomitmen memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera.
Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta. Salah satu yang pernah merasakan manaat layanan Prudential Sharia Life Assurance yakni Joko Mulyono.
Ia menceritakan pengalamannya yang didiagnosis untuk menjalani operasi dengan nilai pulihan juta rupiah. Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.
Tapi baginya, ceritanya berakhir berbeda, ia adalah pekerja kantoran. Sehari-hari ia bekerja, menabung, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga seperti jutaan orang Indonesia lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar menawarkan proteksi kesehatan.
"Waktu itu, saya belum tahu arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya," ungkap Joko pada pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba. Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan ia harus menjalani operasi dan rawat inap. Tagihan hampir mencapai Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya terkuras.
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," sebutnya.
Tapi ujian belum selesai. Beberapa waktu kemudian, ditemukan kelainan di usus Joko. Ia harus menjalani prosedur kolonoskopi. Biayanya sekitar Rp78 juta. Lalu, empat tahun kemudian, masalah pembuluh darah memaksanya masuk ruang operasi lagi untuk tindakan EVLA (Endovenous Laser Ablation, prosedur medis minimal invasif menggunakan teknologi laser) dengan biaya mencapai Rp102 juta. Tiga kali masuk rumah sakit. Total tagihan menembus lebih dari Rp200 juta.
"Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan," jelasnya.
Bagi Joko, pengalaman ini mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa di balik klaimnya yang dibayarkan, ada ribuan peserta lain yang secara tidak langsung ikut mengulurkan tangan melalui prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam asuransi syariah. Bukan sekadar transaksi, melainkan satu ikatan yang saling melindungi.
"Saya semakin tergerak untuk melindungi diri sendiri, sekaligus menerapkan konsep tolong-menolong antar peserta. Inilah makna kebaikan asuransi syariah. Bahkan untuk mereka yang tidak pernah klaim, mereka telah membantu peserta lainnya termasuk saya, salah satu peserta yang terbantu dari kontribusi yang peserta bayarkan," tambah Joko.
Joko punya satu pesan untuk generasi muda yang merasa sehat dan belum butuh proteksi. Ia tidak mau ada yang mengalami hal serupa dan bukannya fokus ke penyembuhan, malah khawatir dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak bisa hanya fokus berinvestasi tapi lupa memproteksi diri. Sakit tidak pernah menunggu. Biayanya bisa menguras hasil kerja keras dalam sekejap.
"Melalui proteksi syariah, kita tidak hanya mengamankan keuangan keluarga, tetapi juga beribadah melalui tolong-menolong. Saya mendapatkan semuanya sekaligus, ketenangan pikiran, masa depan yang aman, dan keberkahan untuk sesama," sebutnya.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan proteksi syariah yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.
Vivin menambahkan bahwa risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan.
"Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah," jelasnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.