Emiten TP Rachmat (ASSA) Membagikan Dividen Final Rp110,7 Miliar

Emiten TP Rachmat (ASSA) Membagikan Dividen Final Rp110,7 Miliar
Prodjo Sunarjanto, Bos ASSA. (Foto Wisnu Tri Rahardjo/SWA).

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membagikan dividen final sebesar Rp110,7 miliar atau Rp30 per saham. Sebelumnya, pada kuartal III/2025, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp73,8 miliar atau Rp20 per saham.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Total dividen yang dibagikan ASSA untuk tahun buku 2025 mencapai Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham, setara 44% dari laba bersih 2025 yang sebesar Rp417,7 miliar.

Di sisi operasional, ASSA terus memperkuat bisnis logistik sebagai salah satu motor pertumbuhan utama perseroan. Emiten yang juga bergerak di bidang penyediaan layanan transportasi dan ekosistem kendaraan bekas ini memanfaatkan berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis logistiknya.

Sejumlah teknologi yang telah diterapkan antara lain robotic sorting yang digunakan oleh Anteraja — yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia — serta Warehouse Management System (WMS) yang digunakan dalam layanan Titipaja.

Titipaja merupakan layanan pergudangan (fulfillment) dan enabler e-commerce milik ASSA yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh (end-to-end). Perseroan menyebut pengembangan teknologi telah menjadi bagian dari strategi sejak awal ASSA dibangun sebagai perusahaan penyedia solusi rantai pasok dan logistik berbasis teknologi.

“Di ASSA logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka end-to-end, mulai dari first hingga last mile,” kata Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto.

ASSA juga telah mengintegrasikan berbagai layanan logistiknya, mulai dari first mile hingga last mile. Portofolio layanan tersebut mencakup logistik rantai dingin (cold chain), logistik halal, hingga logistik hijau (green logistics) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.

Sementara itu, penggunaan Transportation Management System (TMS) pada seluruh layanan logistik menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan yang terintegrasi. Sistem yang telah lama digunakan tersebut pada kuartal I/2026 ditambahkan ke dalam kegiatan usaha perseroan.

Menurut manajemen, penambahan TMS sebagai kegiatan usaha diharapkan dapat memperluas kapabilitas layanan logistik ASSA sekaligus memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan kebutuhan logistik.

“Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting dari transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal,” kata Prodjo.

Di luar bisnis logistik, ASSA juga berupaya memperkuat sinergi pada lini rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas melalui PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), yang menaungi merek JBA, Caroline.id, dan MotoGadai. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan profitabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada kuartal I/2026, ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun, naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen logistik yang tumbuh 21% secara tahunan dan kini menyumbang sekitar 45% terhadap total pendapatan perseroan.

“Kami optimis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas dan pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang,” tutur Prodjo. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag