AMRT Tata Ulang Bisnis Internasional, Alfamart Retail Asia Jadi Kendaraan Utama Ekspansi Global
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart melakukan serangkaian transaksi afiliasi yang mencakup peningkatan modal pada Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA) serta pengalihan kepemilikan saham di Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) dan Alfamart Trading Bangladesh Limited (ATBL).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2026, transaksi tersebut dilakukan melalui perjanjian penyertaan saham (subscription agreement) antara AMRT dan ARA yang tunduk pada hukum Singapura.
Dalam transaksi itu, ARA menerbitkan saham baru sebanyak 49.751.040 lembar saham yang seluruhnya diambil oleh Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. (GWI), perusahaan investasi yang berbasis di Singapura.
Aksi korporasi tersebut mengubah struktur pemegang saham ARA menjadi dimiliki AMRT sebesar 49% dan GWI sebesar 51%. Nilai pengambilan bagian masing-masing pihak mencapai US$40,63 juta atau setara Rp730,14 miliar.
Dana hasil peningkatan modal tersebut kemudian digunakan ARA untuk mengakuisisi sebagian kepemilikan ATP dari GWI. Berdasarkan Share Purchase Agreement, ARA membeli 5,45 juta saham ATP dengan nilai nominal PHP100 per saham.
Transaksi tersebut mewakili 10% modal ATP dengan total nilai pembelian sebesar US$10,53 juta atau sekitar Rp189,22 miliar. Setelah transaksi selesai, kepemilikan ARA di ATP meningkat menjadi 45%. Transaksi ini tunduk pada hukum Filipina.
Selain itu, ARA juga membeli 2.207.489 saham ATBL dari GWI. Saham tersebut memiliki nilai nominal BDT100 per saham dan mewakili 70% modal ATBL.
Nilai transaksi pengalihan saham ATBL mencapai BDT220,75 juta atau setara US$1,80 juta, sekitar Rp32,13 miliar. Transaksi ini diatur berdasarkan hukum Bangladesh.
“Pelaksanaan serangkaian transaksi tersebut merupakan peta jalan Perseroan untuk memperkuat Alfamart Retail Asia sebagai lini bisnis utama yang memiliki daya saing dan kapasitas pertumbuhan di pasar internasional,” jelas manajemen Alfamart dalam keterbukaan informasi BEI.
Manajemen AMRT menilai ARA secara aktif mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pengembangan usaha di pasar internasional. Karena itu, perusahaan memandang perlu meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar, serta memperkuat jaringan bisnis.
AMRT juga menyebut transaksi penyertaan modal tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan sumber pendanaan guna memperkuat ekspansi bisnis global.
Sementara itu, pengalihan saham ATP dan ATBL dinilai dapat mengintegrasikan unit-unit usaha yang memiliki keterkaitan operasional dengan ARA. Dengan pembagian kepemilikan bersama GWI, ARA juga diharapkan dapat mengelola risiko ekspansi internasional secara lebih terukur, meskipun AMRT tetap mempertahankan pengaruh signifikan dalam penentuan arah strategis perusahaan.
AMRT menambahkan transaksi ini diharapkan mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi keuangan konsolidasi melalui pertumbuhan ekuitas dan potensi pendapatan dari sinergi yang tercipta.
“Lebih lanjut, diharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada Alfamart Retail Asia, sehingga perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global,” tulis AMRT.
Pada perdagangan sesi pertama Kamis (18/6/2026), saham AMRT turun 0,35% dari Rp1.425 menjadi Rp1.420 pada pukul 09.25 WIB. Berdasarkan data perdagangan BEI, kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp58,9 triliun dengan volume transaksi 1,93 juta saham dan nilai transaksi Rp2,74 miliar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.