IHSG Anjlok Hampir 2%, Pasar Menanti Hasil Tinjauan MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.191,89 pada pukul 09.00 WIB berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2026). Tekanan jual berlanjut sejak awal perdagangan sehingga IHSG terkoreksi lebih dari 1,9% ke level 6.094 pada pukul 09.35 WIB.
Seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah. Berdasarkan data real-time BEI, sektor yang mengalami pelemahan terdalam antara lain energi (IDXENERGY), keuangan (IDXFINANCE), infrastruktur (IDXINFRA), barang baku (IDXBASIC), perindustrian (IDXINDUST), dan kesehatan (IDXHEALTH).
Hingga sekitar pukul 09.38 WIB, IDXINFRA menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi lebih dari 2,7% ke level 1.776. Sementara itu, IDXENERGY turun lebih dari 1,9% ke level 2.806.
Tekanan juga terjadi pada sektor keuangan. IDXFINANCE melemah lebih dari 1,8% ke level 1.359, disusul IDXBASIC yang turun lebih dari 1,6% ke level 1.648 dan IDXINDUST yang terkoreksi lebih dari 1,5% ke level 1.546. Adapun IDXHEALTH turun lebih dari 1,2% ke level 1.378.
Pelaku pasar saat ini juga mencermati hasil tinjauan Annual Market Classification & Accessibility Reviews dari MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada 18 Juni 2026 waktu Uni Eropa. Karena perbedaan zona waktu, hasil penilaian tersebut baru akan diketahui pasar Indonesia pada 19 Juni 2026.
Kepala Ekonom PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), Fakhrul Fulvian, menilai sejumlah sektor berpotensi terdampak oleh sentimen terkait penilaian MSCI. Sektor tersebut terutama perbankan besar, telekomunikasi, konsumer berkapitalisasi besar, serta beberapa saham komoditas dan infrastruktur yang memiliki likuiditas tinggi.
“Sektor yang paling rentan adalah sektor yang memiliki bobot besar di indeks dan banyak dimiliki investor asing,” jelas Fakhrul saat dihubungi SWA.co.id pada Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, isu yang dihadapi pasar bukan semata-mata persoalan fundamental sektor, melainkan berkaitan dengan komposisi indeks, likuiditas, dan posisi investor global.
“Ketika terjadi perubahan indeks, saham-saham besar biasanya terdampak lebih dulu karena menjadi instrumen paling mudah untuk dikurangi bobotnya,” lanjut Fakhrul.
Meski demikian, Fakhrul menilai investor institusi domestik dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempertahankan bahkan secara selektif menambah portofolio. Ia melihat valuasi sejumlah saham berkapitalisasi besar di Indonesia kini jauh lebih menarik dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, peluang pemulihan pasar akan semakin terbuka apabila stabilisasi nilai tukar rupiah berlanjut dan disiplin fiskal pemerintah semakin dipercaya investor. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan risiko pasar dan mendukung pemulihan IHSG.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyoroti masih besarnya aliran dana keluar investor asing. Menurutnya, akumulasi net sell investor asing hingga saat ini telah melampaui Rp70 triliun, sementara secara harian nilai penjualan bersih asing masih kerap berada di atas Rp100 miliar.
“Diperlukan konsistensi net buy secara harian agar memastikan arus masuk dana asing benar-benar bisa menunjukkan, investor global sudah mulai merasakan kenyamanan, yang berarti melaksanakan investasi pasar modal di tanah air,” ujar Nafan kepada SWA.co.id.
Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), investor asing membukukan nilai pembelian bruto di seluruh pasar sebesar Rp11,8 triliun. Sementara itu, investor domestik mencatatkan pembelian sebesar Rp12,8 triliun.
Di sisi lain, data RTI Business menunjukkan investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp328,73 miliar. Secara bruto, nilai penjualan investor asing di seluruh pasar mencapai Rp9,29 triliun, sedangkan investor domestik mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp15,3 triliun.
Data transaksi perdagangan Kamis (18/6/2026) masih akan berkembang hingga jeda sesi pertama pada pukul 12.00 WIB. Karena itu, arah pergerakan pasar dan posisi transaksi investor masih dapat berubah sepanjang sesi perdagangan berlangsung. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.