Sucor Sekuritas Kawal IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL), Incar Dana Rp62,7 Miliar

Sucor Sekuritas Kawal IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL), Incar Dana Rp62,7 Miliar
PT Prodia Diagnostic Line (Proline) menyelesasikan penutupan atap atau topping-off pada bangunan pabrik keduanya di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 25 Juni 2024. Topping off ini adalah langkah maju dalam tahapan pembangunan pabrik kedua yang nantinya akan menjadi tempat produksi produk Proline dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan pabrik pertama Proline. (Foto: M.Ubaidillah/SWA).

Data dari laman e-IPO menunjukkan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) akan menawarkan sebanyak 5,229 juta lot atau 522,9 juta saham dalam penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan menetapkan kisaran harga bookbuilding Rp100-Rp120 per saham dan menjadwalkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.

"Jumlah penawaran umum perdana saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp62.748.000. Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham ini, perseroan mengadakan program alokasi saham pegawai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 36.603.000 saham," tulis manajemen PRDL dalam prospektus yang diterbitkan Kamis (18/6/2026).

PRDL merupakan perusahaan afiliasi PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) yang berada di bawah PT Prodia Utama. Berdasarkan struktur pemegang saham sebelum IPO, PT Prodia Utama menguasai 622,2 juta saham atau 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sementara itu, PRDA memiliki 475,8 juta saham atau 39%, sedangkan DiaSys Diagnostic Systems GmbH memegang 122 juta saham atau 10%.

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk beberapa keperluan. Sebagian besar dana, yakni sekitar 62,57%, dialokasikan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) senilai Rp35,67 miliar.

Selanjutnya, sekitar 28,92% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Penggunaannya mencakup pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, sistem perangkat lunak, relayout area produksi, serta penambahan AHU Lab Biomolekuler.

Adapun sekitar 8,51% sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku, biaya penelitian dan pengembangan produk, serta kegiatan penjualan dan pemasaran.

Dalam proses IPO ini, PRDL menunjuk Sucor Sekuritas sebagai partisipan admin sekaligus penjamin emisi efek. Masa bookbuilding dijadwalkan berlangsung pada 18-23 Juni 2026, sementara pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan terbit pada 29 Juni 2026.

Perseroan kemudian menjadwalkan masa penawaran umum pada 1-7 Juli 2026. Penjatahan saham akan dilakukan pada 7 Juli 2026, distribusi saham pada 8 Juli 2026, dan pencatatan saham di BEI pada 9 Juli 2026.

Sebelumnya, Sucor Sekuritas juga bertindak sebagai partisipan admin dan penjamin emisi efek dalam IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI). Emiten pemilik merek Inaco tersebut tengah menjalani masa bookbuilding pada 15-22 Juni 2026 dan dijadwalkan melantai di BEI pada 7 Juli 2026.

PRDL didirikan pada 16 April 2010 dengan nama PT Dialine Systems Indonesia. Perseroan kemudian berganti nama menjadi PT Prodia Diagnostic Line pada 8 Juni 2011. Saat ini, perusahaan bergerak di industri alat kesehatan dengan KBLI 21015, yang termasuk dalam subgolongan industri alat kesehatan.

Dalam prospektusnya, manajemen menilai program pemeriksaan kesehatan yang dijalankan pemerintah dapat membuka peluang pasar bagi perseroan.

"Sejalan dengan adanya Program Cek Kesehatan Gratis yang mencakup 13 jenis skrining penyakit, Perseroan berencana untuk berpartisipasi dalam pengadaan untuk 9 jenis pemeriksaan sesuai dengan portofolio produk yang telah diproduksi secara rutin," jelas manajemen PRDL. (*)

Baca juga: Foto Bisnis SWA, Intip Pabrik Proline yang Kedua di Cikarang

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag