IHSG Koreksi 0,78% ke 6.172 Jelang Pengumuman MSCI, KISI Soroti Outflow Pasif Akhir Juni

IHSG Koreksi 0,78% ke 6.172 Jelang Pengumuman MSCI, KISI Soroti Outflow Pasif Akhir Juni
Ilustrasi penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (18/6/2026) di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Nadia K. Putri/SWA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (18/6/2026) ditutup melemah 0,78% ke level 6.172,34 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.220,74, mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelaku pasar mencermati pengumuman hasil Annual Market Classification & Accessibility Review oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026 waktu Eropa. Karena perbedaan waktu dengan Indonesia, hasil tinjauan tersebut baru akan diketahui pasar domestik pada 19 Juni 2026.

Kepala Riset KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, melihat terdapat dua skenario yang berpotensi terjadi. Pada skenario pertama, jumlah saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI lebih sedikit dibandingkan ekspektasi pasar. Kondisi ini berpeluang memicu relief rally dengan kenaikan IHSG sekitar 1% hingga 2%.

Sementara pada skenario kedua, sejumlah saham berkapitalisasi besar dikeluarkan dari indeks MSCI secara bersamaan. Menurut Wafi, kondisi tersebut dapat memperpanjang tekanan jual dari investor pasif dan berpotensi menekan pergerakan IHSG maupun nilai tukar rupiah. Meski demikian, ia menilai skenario yang lebih mungkin terjadi adalah adanya pemotongan bobot pada beberapa saham, tetapi tidak dalam skala besar.

“Outflow pasif terkonsentrasi efektif akhir Juni, bukan langsung 18 Juni. Kalau eksklusi lebih banyak dari ekspektasi, tekanan lebih besar dari minggu lalu. Better than feared, asing bisa mulai selektif masuk ulang,” jelas Wafi kepada SWA.co.id saat dihubungi sore ini.

Dalam perdagangan hari ini, investor asing membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp111,31 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan jual bersih Rp893,36 miliar, sementara di pasar negosiasi tercatat beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp781,80 miliar.

Secara bruto, investor asing membukukan penjualan senilai Rp8,54 triliun dan pembelian Rp8,43 triliun. Sementara itu, investor domestik mencatatkan penjualan Rp9,40 triliun dan pembelian Rp9,51 triliun.

Melihat tingginya aktivitas beli investor domestik, Wafi menilai investor ritel lokal dapat memanfaatkan tekanan teknikal yang terjadi untuk melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat atau kategori blue chip.

Di sisi lain, investor asing masih mencermati stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu indikator sebelum kembali meningkatkan eksposur di pasar saham Indonesia.

“Ini sentiment-driven crash, bukan kolaps fundamental, jadi panik jual di level saat ini tidak justified,” tutup Wafi kepada SWA.co.id.

BEI mencatat koreksi IHSG hari ini diikuti penurunan harga pada 445 saham. Sebanyak 271 saham menguat, sedangkan 243 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai pasar BEI tercatat sebesar Rp10.740 triliun. Volume transaksi mencapai 23,68 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,95 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,77 juta kali. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag