Indonesia dan Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Perdagangan
Pemerintah Indonesia memandang Asia Tengah sebagai salah satu kawasan yang menjanjikan untuk pengembangan kerja sama ekonomi dan investasi di tengah munculnya koridor-koridor ekonomi baru di kawasan berkembang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat memberikan pidato utama dalam Tashkent International Investment Forum 2026 di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6/2026).
Menurut Roro, kawasan Asia Tengah kini memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Ia menilai Uzbekistan menjadi salah satu negara yang menunjukkan perkembangan ekonomi yang signifikan melalui berbagai reformasi yang dilakukan pemerintahnya.
"Reformasi ekonomi yang dilakukan Uzbekistan telah meningkatkan kepercayaan investor, mendorong pengembangan industri, serta memperkuat konektivitas regional," kata Roro dalam forum tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Uzbekistan terus menunjukkan tren pertumbuhan. Salah satu perkembangan terbaru adalah dimulainya negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) pada awal 2026.
Menurut Roro, perundingan IU-FTA tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses perdagangan, tetapi juga untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kawasan Asia Tenggara dan Asia Tengah. Perjanjian tersebut diharapkan dapat mendorong arus investasi, memperkuat rantai pasok, mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara.
Lebih lanjut, Roro menekankan pentingnya konektivitas bisnis dalam mendukung kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Ia menilai perjanjian perdagangan dapat membuka peluang, namun realisasinya bergantung pada interaksi dan kolaborasi antarpelaku usaha.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Ibrohim Ergashev, mengajak mitra internasional, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk berkolaborasi dalam pengembangan jaringan perdagangan di Asia Tengah.
Menurut Ergashev, perubahan rantai pasok global dan pergeseran jalur perdagangan telah meningkatkan posisi strategis kawasan Asia Tengah. Ia mengatakan Uzbekistan tengah memperkuat perannya sebagai pusat logistik dan investasi industri di kawasan tersebut.
Dalam forum itu, Roro juga mengundang pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 14–18 Oktober 2026. Pemerintah berharap ajang tersebut dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha kedua negara untuk menjajaki peluang bisnis dan memperluas kemitraan strategis.
Pemerintah Indonesia, lanjut Roro, berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uzbekistan dan mitra internasional lainnya guna menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.