Tiga Proyek Waste-to-Energy Masuk PSN, Pemerintah Percepat Solusi Krisis Sampah
Pemerintah menetapkan tiga proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) sebagai Program Strategis Nasional (PSN). Langkah ini dinilai menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam mempercepat penanganan persoalan sampah yang semakin kompleks di berbagai daerah.
Penetapan status PSN tersebut diberikan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Surat itu diberikan kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.
Chief Executive Officer Danantara Investment Management (DIM), Pandu Sjahrir, mengatakan penetapan proyek WtE sebagai PSN mencerminkan komitmen pemerintah dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang terus meningkat. Menurutnya, berbagai tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas, termasuk yang masih menerapkan sistem open dumping.
"Melalui Denera (PT Daya Energi Bersih Nusantara) kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Penetapan PSN terhadap tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi dalam mengatasi krisis sampah. Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi,” kata Pandu.
Sebelumnya, Pandu juga menyatakan Denera berpotensi menjadi salah satu perusahaan WtE terbesar di dunia. “Ini bisa jadi katalis yang baik kalau kita bisa masuk di Bursa Efek Indonesia, nanti kita akan apply," ujarnya.
Tiga proyek PSEL yang telah memperoleh status PSN meliputi PSEL Kota Bekasi di Jawa Barat yang dikelola Bekasi Environment Nusantara, PSEL Bogor Raya di Jawa Barat yang dikembangkan Nusantara Bogor New Energy, serta PSEL Denpasar Raya di Bali yang dijalankan Nusantara Bali New Energy.
Sementara itu, Chief Executive Officer Denera sekaligus Director Investment DIM, Fadli Rahman, menjelaskan ketiga BUPP tersebut dibentuk melalui proses pemilihan mitra PSEL oleh DIM. Masing-masing badan usaha selanjutnya bertugas mengembangkan dan mengimplementasikan proyek sesuai rencana kerja dan tata kelola yang telah disepakati bersama pemerintah.
Fadli menilai penetapan PSN menjadi momentum penting dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional. Menurut dia, keputusan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan PSEL kini dipandang sebagai bagian dari agenda strategis negara.
"Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," ujar Fadli.
Masuknya proyek PSEL ke dalam daftar PSN menunjukkan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang telah diterapkan di berbagai negara, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan dan karakteristik Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.