IPOT Optimalkan Turnamen eSports untuk Tingkatkan Literasi Investasi Gen Z

Suasana acara Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) juga ikut berpartisipasi dengan menggelar program literasi keuangan bertajuk
Suasana acara Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) juga ikut berpartisipasi dengan menggelar program literasi keuangan bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah" yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. (Foto: IPOT)

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkuat strategi edukasi investasi bagi generasi muda dengan memanfaatkan ajang eSport sebagai sarana literasi keuangan. Melalui program “Generasi Jateng Cerdas Rupiah”, perusahaan menyasar komunitas eSports dan Gen Z dalam rangka meningkatkan pemahaman investasi sekaligus memperluas partisipasi investor muda di pasar modal.

Program tersebut dijalankan bertepatan dengan Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026, yang dinilai menjadi momentum strategis untuk menjangkau komunitas digital yang memiliki karakteristik serupa dengan investor muda, seperti kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan secara cepat.

Presiden Direktur & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan pertumbuhan jumlah investor dari kalangan Gen Z dan milenial menjadi salah satu pendorong utama perkembangan pasar modal nasional. Namun, peningkatan inklusi keuangan belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat literasi yang memadai.

Mengacu pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun mencapai 89,96%, sementara literasi keuangannya berada di level 73,22%. Kesenjangan sebesar 16,74% tersebut menunjukkan masih banyak anak muda yang mulai berinvestasi tanpa memahami risiko secara menyeluruh.

“Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik,” ujar Moleonoto pada keterangan tertulis Minggu (21/6/2026).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, IPOT memperkenalkan berbagai fitur investasi berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk LADI dan AI Real-Time Cockpit, yang sebelumnya lebih banyak digunakan oleh institusi keuangan besar. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya memperluas akses teknologi investasi kepada investor ritel, khususnya kalangan muda.

IPOT juga menegaskan transformasinya dari perusahaan sekuritas konvensional menjadi platform investasi berbasis teknologi yang mengintegrasikan literasi keuangan, edukasi, dan pemanfaatan AI. Saat ini perusahaan mengelola dana kelolaan (asset under management/AUM) sekitar Rp312 triliun dan melayani lebih dari satu juta nasabah.

Selain menghadirkan teknologi investasi, IPOT menekankan pentingnya keamanan digital melalui sistem perlindungan berlapis, mulai dari SIM OTP, ASDI Device Lock, hingga AI Threat Detection yang beroperasi selama 24 jam.

Dalam sesi edukasi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menggunakan pendekatan yang dekat dengan komunitas gamer untuk menjelaskan konsep investasi. Ia mengibaratkan pemilihan instrumen investasi seperti menentukan strategi dan build item dalam permainan Mobile Legends.

Menurut Brigita, pengelolaan keuangan yang sehat memerlukan tahapan yang terstruktur, mulai dari menjaga likuiditas, membangun aset secara konsisten, hingga memanfaatkan efek compounding untuk mendorong pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

Sebagai bagian dari pengenalan instrumen investasi dasar, IPOT juga memperkenalkan produk xRDN yang menawarkan imbal hasil sekitar 2% per tahun sebagai alternatif penyimpanan dana agar nilainya tidak tergerus inflasi.

“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Teknologi kecerdasan buatan yang membantu meningkatkan kemampuan digital juga dapat dimanfaatkan untuk membantu generasi muda membangun masa depan finansial yang lebih baik,” kata Brigita.

Melalui kolaborasi dengan ekosistem eSport, IPOT berharap dapat mempersempit kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di kalangan Gen Z sekaligus mendorong lahirnya investor muda yang lebih aktif, teredukasi, dan siap memanfaatkan teknologi dalam pengambilan keputusan investasi. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag