JF3 dan Susan Budihardjo Perkuat Regenerasi Talenta Perancang Busana Indonesia
JF3 bersama Susan Budihardjo Fashion Forward Institute menghadirkan Future Fashion Designer (FFD) sebagai platform pembentukan generasi baru desainer Indonesia melalui pendekatan berbasis pengalaman kerja nyata. Program ini dirancang untuk mengasah kreativitas, ketahanan, serta standar profesional para desainer muda.
Advisor JF3, Thresia Mareta, menegaskan FFD bukan sekadar kompetisi desain, melainkan wadah untuk menguji kemampuan desainer muda dalam mewujudkan ide menjadi karya nyata.
"Kemajuan industri fashion Indonesia membutuhkan desainer yang tak hanya kuat dalam merancang konsep, tetapi juga piawai mengeksekusikannya. Kemampuan yang ditempa melalui pengalaman, tantangan, dan proses nyata," ucap Thresia pada siaran pers di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
FFD mengajak lulusan sekolah fesyen dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi. Dari puluhan pendaftar, delapan peserta terpilih mengikuti program intensif pada 12–26 Mei 2026. Selama 14 hari, mereka ditantang menciptakan lima koleksi melalui lima brief berbeda, yakni Prototype, The Curve, Re'Heritage, Multifunction, dan Opposite. Setiap tantangan dirancang untuk menguji kreativitas, inovasi, adaptabilitas, serta kemampuan memecahkan masalah.
Program ini menjadi simulasi dunia kerja yang menuntut peserta menjalani seluruh proses layaknya desainer profesional, mulai dari pengembangan konsep hingga presentasi karya. Penilaian tidak hanya berfokus pada kreativitas, tetapi juga kualitas eksekusi, pengelolaan proses, dan konsistensi dalam menjawab setiap tantangan.
Sepanjang program, peserta memperoleh penilaian dan masukan langsung dari 12 profesional lintas bidang industri fesyen. Mereka antara lain Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Hian Tjen, Caren Delano, Yongki Komaladi, Didi Budiardjo, dan Djafar.
Dari delapan peserta, lima desainer muda melaju ke babak final dan mempresentasikan koleksi akhir melalui trunk show di hadapan dewan juri. Mereka adalah Arron Bryan, Agatha Lievia, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah, dan Tashannie Abigail Loekman.
Setelah melalui lima tantangan dan proses penjurian, Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, terpilih sebagai Future Fashion Designer 2026. Koleksinya mengangkat eksplorasi budaya Papua dalam pendekatan kontemporer. Dewan juri menilai Arron sebagai peserta yang paling konsisten dalam menjawab setiap tantangan dengan keseimbangan antara kreativitas, kemampuan teknis, kualitas eksekusi, dan kesiapan produksi.
Sebagai pemenang, Arron menerima hadiah sebesar Rp50 juta. Seluruh finalis juga memperoleh kesempatan menampilkan karya mereka di runway JF3 Fashion Festival 2026 bersama para desainer nasional dan internasional.
Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, mengatakan regenerasi talenta menjadi salah satu faktor penting bagi masa depan industri fashion Indonesia.
“Melalui Future Fashion Designer, kami ingin menghadirkan ruang bagi desainer muda untuk menguji kemampuan secara nyata, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang,” tutur Soegianto. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.